Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gus Mujib Dijemput Belasan Ribu Santri, Sekarang di Pondok Bisa 24 Jam

Fandi Armanto • Senin, 25 September 2023 | 16:55 WIB
DIKAWAL: Ratusan santri mengawal romongan Gus Mujib yang kemarin baru pulang dari pelantikan Pj Bupati, di Surabaya.
DIKAWAL: Ratusan santri mengawal romongan Gus Mujib yang kemarin baru pulang dari pelantikan Pj Bupati, di Surabaya.

PASURUAN, Radar Bromo - Setelah masa jabatannya berakhir, Gus Mujib -panggilannya-, dia langsung pulang setelah pelantikan. Hanya saja kepulangannya disambut belasan ribu santri. Para santri mengawalnya ketika mobil rombongannya keluar dari Tol Sutojayan.

Gus Mujib yang kemarin mengenakan jas, sempat mampir di kantor PC NU Kabupaten Pasuruan di Warungdowo, Pohjentrek. Disana dia ditemui sejumlah kiai seperti Imron Mutamakkin, Sonhaji Abdussomad dan sejumlah kiai lainnya.

Nah, dari kantor PC NU, Gus Mujib dikawal santri untuk menuju Areng-areng, Wonorejo. Lokasi Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini. Ponpes yang diasuhnya sebelum dia menjabat sebagai wabup.

Di Al Yasini, ada belasan ribu santri dan para pengurus yang menyambutnya. Mereka menyambut Gus Mujib sebagai bentuk penghormatan karena sudah purna dari tugasnya ikut memimpin Kabupaten Pasuruan. Bukan hanya santri. Beberapa ulama juga ada di ponpes. Salah satunya KH Mujtabah Abdussomad, penasihat dewan Syuro DPC PKB.

Di hadapan para santri, Gus Mujib mengatakan, dia bukan pulang. “Sekarang saya bisa 24 jam berada di pondok pesantren. Saya akan tetap mengaji dan mengajar para santri,” beber Gus Mujib sembari diriuhi para santri.

Memang, selama menjabat sebagai wabup, Gus Mujib tak pernah meninggalkan ponpes Al Yasini. Bahkan, dia tidak pernah tinggal di rumah dinas di Jalan Alun-alun Timur Pasuruan. Rumah dinasnya, lebih sering dimanfaatkan untuk menerima tamu dari berbagai kota. Termasuk kiai-kiai besar yang datang ke Pasuruan. “Karena saya yakin, menjamu kiai itu pasti ada barokahnya,” beber Gus Mujib.

Rumah dinas, kata Gus Mujib, hanya jadi tempat bagi dirinya untuk transit sejenak. Misalnya, istirahat saat siang atau untuk salat.

Hanya saja, Gus Mjujib mengaku, dia juga sudah usung-usung di rumah dinasnya. “Ada beberapa foto yang saya bawa. Termasuk foto-foto Bersama kiai-kiai besar. Saya jadikan kenang-kenangan,” beber Gus Mujib.

Bagaimana langkah ke depan Gus Mujib pascapurna tugas? Gus Mujib mengaku, dirinya tentu akan lebih fokus ke pondok. “Saya tidak akan nyalon (bupati, red). Kecuali jika memang saya diminta oleh poro kiai, ulama dan habaib,” katanya sembari tersebyum. (fun)

Editor : Jawanto Arifin
#PJ Bupati Pasuruan #gus mujib imron