PASURUAN, Radar Bromo- Pemkot Pasuruan akhirnya mengambil tindakan terhadap kondisi Gedung Kesenian. Terlebih pemanfaatan salah satu aset daerah ini kurang, lantaran kondisi konstruksi yang relatif belum aman.
Selama lebih dari lima tahun dibangun, gedung ini lebih sering nganggur. Jarang digunakan untuk kegiatan-kegiatan kesenian, sebagaimana namanya.
Apalagi hasil audit konstruksi dari Dinas PUPR mengungkapkan, bahwa bangunan ini tidak aman. Kondisinya sangat kurang layak. Upaya perbaikan gedung baru dimulai tahun ini. Setelah melalui proses lelang, proyek ditetapkan dengan nilai kontrak Rp 503 juta.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Lucky Danardono mengatakan, proyek ini sudah berjalan sejak Juli. Proyek ini ditarget rampung pada November mendatang. “Kontrak pekerjaannya selama 3,5 bulan,” katanya.
Salah satu pekerjaan signifikan, kata Lucky, peningkatan kondisi atap gedung. Kondisi atap gedung di kompleks Rumah Dinas Wali Kota itu cukup mengkhawatirkan, sehingga kurang menjamin keamanannya ketika digunakan untuk kegiatan.
“Yang utama dari hasil survei konstruksi memang bagian atapnya yang perlu mendapat perhatian serius. Yang lain tentu mengikuti,” bebernya.
Setelah diperbaiki, Lucky yakin Gedung Kesenian akan menjadi salah satu tempat yang representatif untuk menggelar berbagai kegiatan. Apalagi lokasinya cukup strategis. “Tentu kami harap nanti semakin mendorong tumbuhnya kegiatan-kegiatan para seniman,” harapnya. (tom/rud)
Editor : Ronald Fernando