NGULING, Radar Bromo- Pilkades serentak di Kabupaten Pasuruan belum dimulai. Namun suasananya sudah memanas. Rabu (30/8) dini hari, dua rumah panitia pilkades di Desa Sumberanyar, Nguling, dilempar bondet hingga mengalami kerusakan.
Informasi yang dihimpun radarbromo.jawapos.com di lokasi, insiden itu terjadi sekitar pukul 02.00. Dini hari itu masyarakat Desa Sumberanyar tengah istirahat. Tiba-tiba warga mendengar ledakan di rumah Supandi yang ada di Dusun Sumurwaru.
Selang dua puluh menit kemudian, warga kemudian mendengar ledakan lagi di rumah Lasminto. Bukan hanya sekali. Tetapi sampai empat kali. Kontan saja ledakan tersebut membuat masyarakat terkejut.
Tak terkecuali Lasminto yang dini hari itu, kebetulan sedang berada di dapur. “Di dalam rumah ada 5 orang. Ada anak, mantu dan cucu. Begitu ledakan pertama, saya berniat keluar. Tetapi terdengar lagi ledakan sampai tiga kali,” beber Lasminto.
Saat itu dia sempat melihat keluar dari jendela. Ada dua orang yang mengenakan motor yang mengarah ke selatan, melaju kencang. Dua orang inilah yang diduga pelempar bondet.
“Tak lama, Pak Supandi telpon saya dan mengaku rumahnya dilempar bom (bondet, red). Katanya sekali. Lha, langsung saya bilang, di rumah saya sampai empat kali,” kata Lasminto.
Akibat lemparan bondet, rumah Supandi mengalami kerusakan di bagian pintu. Sementara di rumah Lasminto lebih parah, karena kaca jendelanya sampai pecah.
Lasminto memperkirakan, teror pelemparan bondet ini lantaran tugasnya sebagai panitia pilkades Sumberanyar. Di pesta demokrasi tingkat desa tersebut, Lasminto adalah anggota panitia pilkades di bidang juru bicara. Sementara Supandi adalah ketua panitia pilkades.
Sebelum pelemparan bondet, Lasminto mengaku sudah beberapa kali mendapat ancaman dari sejumlah orang. Mulai dari telpon hingga orang-orang langsung yang mendatanginya. “Bahkan Jumat (25/8) lalu, saya didatangi warga di sekretariat pilkades di balai desa, yang mempertanyakan mengapa panitia pilkades tidak meloloskan satu bacakades,” kata Lasminto.
Memangm, kata Lasminto, di pilkades Sumberanyar, agak memanas. Sebab awalnya, ada enam orang yang ingin menjadi calon kepala desa (bacakades). Sebelum ditetapkan, mereka harus menjadi bakal calon kepala desa (bacakades). Nah, dari enam orang tersebut, satu orang digugurkan panitia pilkades, karena persyaratannya tidak memenuhi. Setelah itulah panitia pilkades kerap mendapat ancaman.
“Panitia pilkades juga sudah sesuai prosedur, mengapa salah satunya digugurkan. Alasannya karena administrasi. Pernah terlibat tindak pidana,” beber Lasminto.
Bahkan calon tersebut, ada laporan polisinya pernah melakukan tindak pidana sampai di beberapa TKP. “Kepada calon tersebut, mulanya kami jelaskan alas an mengapa tidak lulus. Itu kami bari tahu dengan sembunyi-sembunyi atau hanya ke yang bersangkutan. Tetapi Jumat lalu, kami didatangi warga. Termasuk calon yang kami gugurkan. Tentu saja kami buka alas an secara menyeluruh, itupun kami sudah bertanya langsung ke yang bersangkutan, apakah ingin dibuka semua. Dan calon tersebut mengiyakan,” beber Lasminto.
Setelah kejadian pelemparan bondet, jajaran kepolisian langsung ke lokasi. Polisi menurunkan tim penijnak bom. Bahkan kapolresta Pasuruan AKBP Makung, turun langsung ke lokasi. (ube/fun)
Editor : Fandi Armanto