Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mantan Wawali Pasuruan Pudjo Bleduk Tutup Usia, Aminurokhman: Pak Pudjo Politisi dengan Idelogi Kuat

Fandi Armanto • Sabtu, 12 Agustus 2023 | 15:31 WIB
BERPULANG: Ambulans membawa jenazah Pudjo Basuki. Inset Pudjo Basuki semasa hidupnya.
BERPULANG: Ambulans membawa jenazah Pudjo Basuki. Inset Pudjo Basuki semasa hidupnya.

PASURUAN, Radar Bromo - Kota Pasuruan berduka. Jumat Siang (11/8), Pudjo Basuki yang pernah menjadi Wakil Wali Kota Pasuruan atau wawali periode 2000-2010 meninggal dunia.

Politisi senior PDI Perjuangan tersebut, meninggal dunia dalam usia 73 tahun di RS Saiful Anwar, Malang.

Pudjo Basuki yang dikenal dengan julukan “Bleduk” tersebut, sebelumnya dirawat di RSUD dr R Soedarsono sejak Minggu (6/8).

Namun, kondisinya ngedrop, Kamis (11/8) ia dirujuk ke RSSA Malang. Namun, takdir berkata lain. Siang kemarin, Pudjo meninggal dunia.

Kabar meninggalnya Pudjo Basuki dibenarkan Lintang Wahyu, salah satu putranya. Kata Lintang, ayahnya sempat sakit sekitar sepekan lalu.

“Bapak tidak punya sakit bawaan. Cuma kondisinya sempat demam dan masuk RS (RSUD dr R Soedarsono) pada Minggu. Selang empat hari kemudian, bapak ngedrop dan dirujuk ke Malang,” kata Wahyu.

Sempat sehari mendapat perawatan di RSSA, kondisi Pudjo makin drop. Kemarin rencananya hendak dirawat di ICU. Namun, sekitar pukul 14.30, Pudjo Basuki mengembuskan napas terakhir.

Atas kepergian Pudjo “Bleduk” Basuki, banyak rekan sejawat yang berduka. Salah satunya, Aminurokhman, anggota Komisi II DPR RI. Amin yang pernah berduet dengan Pudjo Basuki memimpin Kota Pasuruan (Amin jadi wali kota, Pudjo jadi wakilnya) selama kurun waktu tahun 2000-2010, begitu kehilangan sosok politisi senior tersebut.

“Pak Pudjo adalah politisi yang punya ideologis kuat. Tidak mudah dipengaruhi dan jadi rujukan politisi di Kota Pasuruan,” beber Aminurokhman.

Pudjo yang pernah menjadi wakilnya selama memimpin dua periode di eksekutif, disebutkan Aminurokhman, adalah partner yang bisa saling mengisi. Saling mengerti posisi masing-masing. “Dan, itu tidak mudah. Kami berdua bisa saling menjaga harmonisasi dan bisa saling menyadari. Saya kehilangan besar atas kepergiannya,” beber Aminurokhman.

Dia juga tidak menyangka, Pudjo wafat. Dia mengetahuinya kemarin. Padahal, tiga bulan yang lalu, dia sempat bersilaturahmi ke rumah Pudjo. “Saat itu kondisinya masih segar bugar. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun,” terang Aminurokhman.


Karir Politik

Sebelum menjadi wawali dan mendampingi Aminurokhman, Pudjo Basuki juga pernah menjabat anggota DPRD di Kota Pasuruan.

Pada 1999, Pudjo Basuki dipasangkan dengan Aminurokhman untuk maju di pilwali. Saat itu, masih dipilih di parlemen. Selang lima tahun kemudian atau 2005, pasangan Ampu (akronim dari Aminurokhman-Pudjo), memenangkan pilwali yang saat itu sudah dipilih masyarakat.

Di tahun 2010, Pudjo Basuki sempat maju di Pilwali Pasuruan. Namun, dia kalah. Selepas itu, dia masih aktif di PDI Perjuangan.

Namun, di PDI Perjuangan, Pudjo dikenal sosok kontroversial. Sebab, ia sempat mendukung calon lain dari PDI Perjuangan. Sehingga, dia sempat dipecat dari partai dengan warna kebesaran merah itu.

Pudjo meninggalkan seorang istri, tiga anak kandung, dan tiga anak angkat. Kemarin, jenazahnya dimakamkan di pemakaman Pasaringin, Pohjentrek, Kota Pasuruan. (fun/mie)

Editor : Jawanto Arifin
#wawali pasuruan #pudjo basuki