PASURUAN, Radar Bromo- Penerapan satu arah di Jalan KH Abdul Hamid (dulu Jalan Jawa) sudah lama diberlakukan. Dalam waktu dekat, kepolisian bahkan berencana menerapkan tindak pelanggaran (tilang) jika ada pengendara yang melanggar.
Tapi penerapan jalur satu arah tersebut, rupanya belum efektif untuk mengurai kemacetan. Sebab, masih banyak pemilik kendaraan yang tetap memilih parkir di tepi jalan. Kondisinya bahkan makin parah. Karena banyak ditemukan pemilik kendaraan yang parkir seenaknya.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kendaraan roda empat banyak yang terparkir di di sisi kiri maupun kanan. Akibatnya, seringkali jalur disana macet. Apalagi jika jam sibuk seperti pagi atau sore hari.
Kondisi tersebut sejatinya sudah terpantau Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan. Plt Kepala Bidang Lalulintas Dinas Perhubungan Kota Pasuruan Adi Prihantoko mengatakan, pihaknya sedang membahas beberapa opsi untuk bisa mengakomodir hal tersebut. Sehingga kedepan tidak menjadi potensi kemacetan.
“Ini yang masih kami bahas. Karena harus dipertimbangkan dampaknya,” ujarnya.
Kepala Dishub Kota Pasuruan Andriyanto mengatakan, dalam pembahasan tersebut, pihaknya merencanakan parkir di Jalan Jawa berada di sisi sebelah barat. Namun itu masih mempertimbangkan dampaknya.
Nantinya di sisi yang dilarang memarkir kendaraan, akan dipasang rambu larangan. Agar pengendara tidak memarkirnya dinasa. “Sekali lagi, rencana tersebut masih dalam pembahasan. Keputusan sudah ditetapkan akan disampaikan,” ujarnya. (zen/fun)
Editor : Ronald Fernando