PASURUAN, Radar Bromo - Operasi wajah Alun-alun Kota Pasuruan tahap kedua akan segera direalisasikan. Pemkot Pasuruan merencanakan proyek lanjutan kawasan religi ini lebih terpusat terhadap penunjang perawatan ruang terbuka hijau (RTH).
Karena itu, dari sisi anggaran juga tidak sebesar yang dikeluarkan tahun lalu. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan Samsul Rizal mengatakan, pekerjaan kali ini hanya untuk menyempurnakan revitalisasi yang sudah dilakukan. “Proses lelang sudah selesai. Tinggal penandatanganan SPK (surat perintah kerja),” katanya.
Dalam proses lelang, diketahui proyek ini akan dikerjakan CV Bidadari. Dari pagu anggaran Rp 703 juta, penawaran proyek ini menjadi sekitar Rp 554 juta. Menurut Rizal, pekerjaan akan difokuskan pada tugu di tengah alun-alun. Mengingat, bangunan ini menjadi salah satu ikon kota. Statusnya juga cagar budaya. “Sehingga, harus tetap dipertahankan dan selalu dirawat,” katanya.
Di sisi lain, revitalisasi lanjutan di alun-alun juga akan melengkapi sarana penunjang. Termasuk sumber penyiraman taman yang akan dibangun di semua sisi. Selama ini hanya terdapat satu sumber air yang dimanfaatkan untuk menyirami tanaman di seluruh area alun-alun.
“Sehingga, penyiraman terkadang menyulitkan petugas taman dengan sumber penyiraman yang hanya berada di satu titik, tetapi harus bisa mencakup seluruh kawasan alun-alun,” jelas Rizal.
Nantinya semua sisi alun-alun akan diberi sumber air untuk menyirami taman. Hal itu dinilai penting untuk memastian perawatan harian taman lebih maksimal. Karena banyaknya tananaman di area alun-alun harus setiap hari mendapatkan pasokan air. (tom/rud)
Editor : Jawanto Arifin