Meski hanya pembongkaran, Pemkab Pasuruan harus mengeluarkan anggaran tak murah. Sekitar Rp 1,9 miliar dialokasikan untuk merobohkan bangunan lawas di eks RSUD Bangil tersebut.
Selain merapikan kawasan setempat, juga akan dibangun taman di kawasan itu. Anggarannya juga termasuk dalam alokasi Rp 1,9 miliar itu.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas SDA, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Hario Hartoko mengungkapkan, upaya merapikan eks RSUD Bangil dilakukan tahun ini. Gedung-gedung lama dirobohkan untuk kemudian ditata ulang.
“Kawasan eks RSUD Bangil akan ditata ulang lanskapnya. Bangunan-bangunan lama dirobohkan, sehingga menyisakan gedung-gedung baru yang telah dibangun. Nantinya, area tersebut akan dirapikan,” sampainya.
Menurutnya, di kawasan eks RSUD Bangil memang telah dibangun beberapa gedung. Selain Kantor Disnaker, ada gedung laboratorium milik Dinkes, PMI, hingga perpustakaan.
Namun, keberadaan gedung tersebut “tertutupi” bangunan gedung lama. Karenanya, gedung-gedung lama itu akhirnya dibongkar.
“Kawasan setempat akan dibuat taman, sehingga lebih rapi dan terkesan nyaman,” imbuhnya.
Pembongkaran itu sendiri dimulai pada pertengahan bulan ini. Targetnya pembongkaran dilakukan sampai pertengahan Desember. Ada beberapa gedung yang sudah dibongkar saat ini.
Gedung-gedung di eks RSUD Bangil itu sendiri, dulu sebagian ada yang dimanfaatkan untuk sejumlah dinas. Antara lain, Dinkes; Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Keluarga Berencana; Damkar dan truk DLH. (one/hn) Editor : Jawanto Arifin