Keluhan itu datang dari beberapa warga yang anaknya mulai merintis olahraga sepeda BMX. Salah satunya seorang warga Kecamatan Gadingrejo. Ia mengaku sempat mengajak anaknya untuk menjajal sirkuit itu dua pekan setelah selesai dibangun. Tetapi, permukaan tanah sirkuit tak rata. Ia sempat jatuh. Bahkan, ban sepedanya meletus karena sirkuit dipenuhi kerikil. “Yang lain juga hanya sekali latihan di situ,” ujarnya.
Menurutnya, sirkuit BMX di belakang GOR itu masih tidak layak digunakan. Karena belum dilakukan finishing. Seperti penambahan material tanah. Sirkuit itu hanya dibangun dengan bekas tanah buangan yang mengandung banyak kerikil kasar.
“Setelah tahu kondisinya yang membahayakan karena tidak sesuai standar UCI, tidak lagi dipakai latihan,” bebernya.
Atlet-atlet sepeda BMX saat ini banyak beralih ke sirkuit lain. Biasanya mereka latihan di sirkuit Sebani. Karena kondisinya jauh lebih baik. Untuk berangkat ke kejuaraan-kejuaraan juga orang tua atlet mengeluarkan biaya sendiri. “Termasuk kejurnas di Lumajang, Mei kemarin, juga kami berangkat sendiri,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan Akung Novajanto mengatakan, pembangunan sirkuit tersebut memang belum rampung. Pihaknya masih akan melakukan pemadatan tanah sirkuit agar permukaannya lebih halus. Sehingga, bisa dimanfaatkan para pecinta BMX.
“Ini kami lagi minta bantuan PUPR yang punya alat berat untuk melakukan pemadatan,” ungkap Akung.
Pembangunan sirkuit itu sendiri dimulai Maret lalu. Namun, finishing-nya akan dilakukan dalam waktu dekat. Akung mengatakan, sirkuit itu dibangun di atas lahan kosong milik pemerintah. “Kami ingin memanfaatkan lahan yang ada. Jadi ini sudah termasuk dalam pekerjaan rutin di GOR,” jelasnya. (tom/mie) Editor : Jawanto Arifin