Jumlah 17 desa tersebut sudah ditetapkan untuk siaga bencana tahun ini. Desa-desa itu rinciannya di Kecamatan Gempol (Desa Wonosunyo); Winongan: (Desa Jeladri, Kedungrejo, dan Sumberejo); Lumbang; (Desa Cukurguling, Karangjati, dan Karangasem); Pasrepan (Desa Mangguan, Ngantungan, Sibon, dan Petung); Lekok (Desa Pasinan, Balunganyar, Semedusari, dan Wates); Kejayan (Desa Kedungpengaron)
BPBD telah melakukan rapat lintas sektoral. Sehingga jika sewaktu-waktu kekeringan terjadi, langkah dapat diambil. Sebab di musim kemarau, kekeringan juga punya potensi bencana lain seperti kebakaran hutan dan lahan.
"Setelah kami rapat bersama stake holder terkait hasil prakiraan BMKG dan kondisi eksisting air di wilayah Tahura dan Perhutani, maka status siaga kekeringan dan kebakaran hutan kami berlakukan," kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ridwan Harris
Ia menjelaskan, untuk kebakaran ada total 17 desa di 6 kecamatan yang masuk daerah berpotensi rawan kekeringan. Jumlah tersebut, kata Ridwan Haris, masih sama seperti tahun sebelumnya.
"Masih sama. Tapi, tidak satu desa penuh yang rawan. Hanya ada satu dua hingga tiga dusun saja, " katanya.
Pemkab Pasuruan senduri sudah bersiap untuk melakukan dropping air bersih ke seluruh wilayah tersebut. Menurut Harris, seluruh armada pasti stand by untuk membantu menyalurkan air bersih bagi warga terdampak.
"Intinya sudah siap armada. Dari BPBD, Cipta Karya, PDAM, PMI, Dinas Sosial dan yang lain," tandasnya.
Ia mengimbau, Untuk masyarakat terdampak agar warga bisa segera melakukan normalisasi saluran air. Serta juga mulai menghemat penggunaan air di setiap harinya.
"Yang harus dilakukan masyarakat, segera bersih-bersih saluran air, karena biasanya setelah hujan ada saluran yang tertimpa sampah dan lainnya. Juga jangan lupa untuk mulai menghemat penggunaan air," terangnya. (sid/fun) Editor : Ronald Fernando