Sebab, masih minim pemerintah desa yang mengajukan pencairan anggaran bantuan tersebut. Dari 26 desa yang dapat kuota, tak sampai 10 desa yang sudah mengajukan pencairan dana tersebut.
“Masih minim. Padahal, kami terus mendorong agar desa-desa yang bakal menerima bantuan, segera mengajukan proposal untuk perencanaan pembangunan pasar desa tersebut, untuk pencairan anggarannya,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pasuruan, Ridho Nugroho.
Menurut Ridho, pihaknya sudah berkirim surat ke desa-desa. Tujuannya, agar segera menyelesaikan proposal penganggaran dalam pembangunan pasar desa itu. Hal ini untuk mempercepat pencairan.
Sehingga, pembangunan bisa segera dijalankan. “Kami sudah berkirim surat ke desa-desa. Intinya mendorong agar percepatan dilakukan,” timpalnya.
Dikatakan Ridho, setidaknya ada 26 pasar desa yang akan medapatkan bantuan dana rehab. Tersebar di 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan. Seperti di Pohgading, Kecamatan Pasrepan; Winong, Kecamatan Gempol; Ngembe, Kecamatan Beji dan sejumlah pasar desa lainnya.
Besaran anggaran yang dialokasikan, bervariasi. Tergantung perbaikan ataupun pembangunan yang akan direalisasikan. Rata-rata, bekisar antara Rp 100 juta sampai Rp 250 juta. “Total anggaran yang kami siapkan, Rp 4,3 miliar,” paparnya.
Pembenahan pasar desa itu tak lain, untuk meningkatkan infrastruktur yang ada. Selain penambahan lapak, juga ditujukan dalam perbaikan infrastruktur lain, seperti jalan area pasar. Dengan rehab tersebut, diharapkan bisa mendorong perekonomian desa. (one/mie) Editor : Ronald Fernando