Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gus Ipul: Perlu Fatwa Larangan Buang Sampah-Parkir Sembarangan

Ronald Fernando • Kamis, 1 Juni 2023 | 14:41 WIB
HARUS JAGA KEBERSIHAN: Pedagang di kawasan Alun-alun Pasuruan saat mengais rezeki. Penataan PKL harus diikuti dengan kebersihan para pedagang agar kawasan tetap bersih. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
HARUS JAGA KEBERSIHAN: Pedagang di kawasan Alun-alun Pasuruan saat mengais rezeki. Penataan PKL harus diikuti dengan kebersihan para pedagang agar kawasan tetap bersih. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo- Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf benar-benar ingin kawasan perkotaan tertib. Pemerintah bahkan kian menegaskan ketentuan-ketentuan yang mesti dipatuhi masyarakat. Terutama untuk menjaga estetika dan ketertiban di ruang publik. Bahkan, Gus Ipul sampai meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk merumuskan fatwa terkait dengan hal itu.

Permintaan khusus itu disampaikan Gus Ipul saat membuka acara Rapat Kerja MUI, di Hotel Ascent Premiere, Selasa (30/5). Lantas Gus Ipul mencotohkan problematika yang ada di Kota Pasuruan sampai hari ini. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan, memarkir motor di atas trotoar dan berjualan tanpa memperhatikan kebersihan.

Gus Ipul memaparkan bahwa Kota Pasuruan sedang berusaha untuk mengimbangi Kota Surabaya dan Malang. Salah satunya adalah membuat berbagai event dan melakukan pembangunan seperti Payung Madinah.

“Jadi Kota Pasuruan ini, ingin mengimbangi Kota Malang dan Surabaya. Kita cari yang tidak ada di dua kota tersebut, yakni Payung Madinah. Dengan adanya payung madinah ini, Alun-Alun Kota Pasuruan semakin ramai. Tentu ini juga perlu ditata, termasuk PKL dan parkir,” paparnya.

Disamping itu, Gus ipul juga menyinggung adanya perhelatan akbar yang akan digelar di Kota Pasuruan. Yakni MTQ Jawa Timur. Event tersebut memerlukan kepedulian semua pihak agar sukses. Masyarakat juga punya tanggung jawab agar peserta yang datang berkesan positif terhadap Kota Pasuruan.

“Makanya saya minta tolong ke MUI, meminta fatwa terkait hukumnya parkir di atas trotoar, membuang sampah sembarangan. Karena saya memang menghadapi problem-problem ini,” ujar Gus Ipul.

“Saya perlu bantuannya untuk merumuskan dan mencari solusi soal ini,” imbuhnya. (tom/fun)

Siapkan Penertiban Skala Besar

MASIH banyaknya PKL di Kota Pasuruan yang menyalahi aturan seperti berjualan di trotoar. Beberapa di antaranya diberi surat peringatan, seperti yang dilakukan Rabu (31/5) lalu. Identitas pedang dicatat dan mereka diimbau tak melanggar lagi. PKL itu berjualan seperti di jalur pantura hingga pelabuhan.

Photo
Photo
TEGAS: Petugas melayangkan peringatan ke salah satu pedagang di Jalan A Yani, Kelurahan Karangketug, Rabu (31/5). (Foto : Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)

Kepala Satpol PP Kota Pasuruan Nur Fadholi menyatakan, pihaknya tidak ujuk-ujuk me-warning. Biasanya yang diperingatkan adalah pedagang yang meninggalkan rombong di lokasi. Sedangkan yang ada pemiliknya langsung dikasih surat peringatan.

Fadholi memberi contoh, misalnya di area masjid sekitar Kelurahan Karangketug dan pelabuhan. Disana ada PKL yang berdagang di atas trotoar. Bila peringatan sudah diberi dan masih melanggar, maka lapak PKL akan ditertibkan.

Penertiban ini dilaksanakan bertahap, mulai Selasa (30/5)  lalu. “Kami tidak mendata berapa jumlah PKL. Kami hanya kasih SP, masih berdagang akan ditertibkan secara tegas nantinya,” ujarnya. (zen/fun ) Editor : Ronald Fernando
#Payung Madinah #sampah kota pasuruan #pkl kota pasuruan