Kapolsek Gadingrejo Kompol Tri Bowo Sulaksono mengatakan, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 23.30. Api muncul dari salah satu rumah warga setempat, M. Syahrudin. “Penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik,” katanya.
Kobaran api seketika membesar. Asap pekat membubung. Api dengan cepat menyebar. Membakar dua rumah dan menyebabkan kerusakan parah. Yakni, rumah yang ditinggali Syahrudin dan rumah Muari yang berada tepat di depannya. Sementara tiga rumah lainnya terimbas material runtuh.
Sebelum menyadari rumahnya terbakar, Syahrudin sempat terbangun untuk ke kamar mandi. Saat itu, dia sudah mencium bau sangit.
Syahrudin lantas bergegas ke depan melihat anak dan istrinya yang tidur di ruang tamu. Tak disangka, api sudah membakar rumahnya. bahkan, suara reruntuhan material yang terbakar terus terdengar.
Dia pun langsung menggendong anaknya yang berusia 8 tahun. Juga membopong istrinya keluar rumah. Situasi di luar langsung ramai. Warga berusaha keras memadamkan api lantaran rumah yang terbakar berada di permukiman padat.
Di tengah kepanikannya, Syahrudin sempat masuk kembali ke rumahnya untuk mengambil ponsel. Ia juga berhasil menyelamatkan Motor Honda Vario yang selama ini dipakainya berjualan.
Namun, karena dikunci gembok, dia harus menyeret motor itu. Tangannya pun melepuh lantaran tersulut bagian motor yang nyaris terpanggang. “Hanya itu yang bisa diselamatkan,” ungkapnya.
Barang-barang lain seperti kulkas, pakaian, hingga surat-surat penting ludes dilalap api. Sementara Ramli, adik Syahrudin yang menginap di sana ikut terjebak.
Malam itu, ia tidur di lantai dua rumah kakaknya. Ramli tak mungkin turun melewati tangga. Sebab, kondisi lantai satu sudah terbakar parah.
Satu-satunya cara menyelamatkan diri yaitu dengan menaiki genteng. Maka, Ramli berjalan di atas genteng dengan penuh kekalutan. Ia lalu melompat dari tembok setinggi 2 meter.
Sembari menunggu kedatangan pemadam kebakaran, warga berinisiasi memadamkan api. Namun, mereka hanya bisa melakukannya dengan peralatan seadanya.
Apalagi, seluruh kampung kesulitan air lantaran listrik untuk menyalakan pompa air sudah padam ketika insiden terjadi. Pemadam kebakaran sendiri butuh waktu lebih dari sejam untuk memastikan api padam.
Apalagi akses armada pemadam kebakaran cukup sulit. Lokasi yang terbakar hanya bisa dijangkau kendaraan roda dua. Karenanya, mobil pemadam kebakaran hanya bisa berhenti di tepi jalan. Lalu menyemprotkan air dari tempat itu. Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
“Korban jiwa nihil, hanya kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 400 juta,” kata Kapolsek Tri Bowo. (tom/hn) Editor : Jawanto Arifin