Bangunan bertingkat itu diwacanakan bakal membuat penataan PKL lebih mudah. Apalagi saat ini jumlah PKL mencapai 120 orang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Pasuruan Samsul Rizal mengatakan, rencana membangun skywalk memang menjadi alternatif yang akan dilakukan agar PKL lebih tertata. “Tetapi, sebelum direalisasikan, kami perlu membuat feasibility study atau studi kelayakan. Proses itu yang saat ini berjalan,” katanya.
Kajian studi kelayakan masih berlangsung di Bappelitbangda. Hasil kajian itu sangat penting untuk mengukur seberapa layak proyek direalisasikan. Bila memang dari hasil kajian menyatakan layak, proyek itu akan dilanjutkan. “Tahapan selanjutnya baru pada penyusunan DED, yang paling cepat pada P-APBD akan diusulkan,” katanya.
Ia menyampaikan, gambaran skywalk akan membentuk leter U. Tepatnya di sisi utara, timur, dan selatan alun-alun. Skywalk ini bakal difungsikan sebagai fasilitas kuliner bagi pengunjung alun-alun. Meja dan kursi juga akan disediakan.
“Sekarang kami menunggu hasil kajiannya dulu. Kalau memang layak dilanjutkan, nanti pelaksanaannya kemungkinan baru tahun depan,” katanya. (tom/rud) Editor : Jawanto Arifin