Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan Samsul Rizal mengatakan, pekerjaan lanjutan kali ini akan menyempurnakan revitalisasi alun-alun yang sudah dimulai tahun lalu. Mengingat sentuhan terhadap kawasan yang dibuat wisata religi terintegrasi itu memang direncanakan secara menyeluruh. Sejauh ini, Rizal mengklaim sudah banyak perubahan wajah alun-alun.
“Tahun lalu memang pekerjaan mayornya. Sekarang tinggal melanjutkan saja untuk menyempurnakan yang belum tersentuh,” bebernya.
Dalam proyek lanjutan nanti, lanjut Rizal, pihaknya akan fokus pada tugu yang berada tepat di tengah alun-alun. Mengingat bangunan itu merupakan ikon yang statusnya adalah cagar budaya. Sehingga harus tetap dipertahankan dan selalu dirawat.
“Kemarin hanya berupa pengecatan saja mengikuti konsep alun-alun secara umum. Ke depan Kami akan coba membuat agar tugu itu semakin menarik perhatian pengunjung,” ujarnya.
Misalnya dengan menambahkan lampu sorot yang memancar setinggi bangunan tugu. Dengan begitu, obyek cagar budaya tersebut bisa tampak indah sekalipun di malam hari. Di samping itu, dengan anggaran sekitar Rp 750 juta, revitalisasi lanjutan di alun-alun juga untuk melengkapi sarana penunjang.
“Termasuk yang ingin kami sediakan di sana adalah sumber penyiraman taman,” terang Rizal.
Sebab selama ini hanya terdapat satu sumber yang dimanfaatkan untuk menyiram tanaman di alun-alun. Kondisi itu terkadang menyulitkan petugas taman. Lantaran sumber penyiraman yang hanya berada di satu. Harus bisa mencakup seluruh kawasan alun-alun.
“Yang ada sekarang baru satu titik. Yakni di pojok utara. Nanti dibuatkan di empat sisi sehingga penyiraman taman bisa lebih efektif. Apalagi ini perawatan rutin yang mesti dilakukan setiap hari,” pungkasnya. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin