Seperti Minggu (7/5) pagi misalnya. Di hari libur seperti kemarin, kunjungan di kawasan jantung kota itu cukup membeludak. Tetapi masih ada pengunjung yang tidak mematuhi aturan parkir. Alhasil aparat harus menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan.
Kendati sudah dilengkapi dengan rambu-rambu. Tidak sedikit pengunjung yang memarkir kendaraan seenaknya. Padahal pemerintah tengah menata agar kawasan tersebut lebih terlihat rapi. Misalnya dengan menempatkan area berjualan PKL di tepi trotoar alun-alun. Dengan memasang pembatas beton atau kanstin. Sedangkan area parkir berada di trotoar sisi luar alun-alun.
Kemarin, sedikitnya lebih dari 10 motor kedapatan terparkir di area penjualan PKL yang sudah dibatasi dengan kanstin. Petugas langsung turun menertibkan.
“Kami ingatkan untuk mematuhi aturan parkir kendaraan di kawasan alun-alun,” ungkap Roy Wijayanto, petugas Satpol PP Kota Pasuruan.
Sebagian pengunjung yang tidak jauh dari tempat motornya diparkir langsung ditegur. Mereka juga diminta memindahkan kendaraannya di area parkir yang sudah disediakan. Namun petugas sempat kesulitan mencari pemilik motor lain.
“Kurang lebih ada lima kendaraan yang dipindahkan sendiri oleh petugas,” katanya.
Mereka terpaksa memindahkan sendiri motor-motor itu. Sebab pemiliknya sepertinya sudah berada di tengah alun-alun. Bahkan petugas harus mengangkatnya lantaran posisi motor ada yang dikunci setang. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin