Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi mengungkapkan, kebakaran itu dilaporkan sekitar pukul 20.23. Petugas pun langsung ke lokasi dengan dua unit mobil damkar. Serta, satu armada water supply. Satu jam kemudian, api berhasil dipadamkan.
“Pemadaman selesai sekitar 1 jam. Tetapi, setelah itu tim melakukan pembasahan seluruh area yang terbakar untuk memastikan kondisinya sudah benar-benar dingin,” beber Samsul.
Selain petugas PMK, sejumlah aparat kepolisian gabungan dari Polres Pasuruan dan Polsek Gadingrejo turut mengamankan sekitar kejadian. Polisi beberapa kali menghalau kerumunan warga yang menyaksikan kebakaran di lokasi kejadian. Petugas juga sempat menutup akses lalu lintas jalan setempat guna memudahkan proses pemadaman.
Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Iptu Pravita Shanty menjelaskan, kebakaran itu menyebabkan kerugian total mencapai Rp 200 juta. Saat kebakaran terjadi, tiga pemilik rumah tengah berada di pasar.
Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan kepolisian, titik kebakaran berasal dari rumah Khanifah. Selanjutnya, kobaran api dengan cepat merembet ke rumah milik Dian dan Sulastri. Mengingat ketiga rumah itu letaknya berhimpitan.
https://radarbromo.jawapos.com/daerah/pasuruan/06/05/2023/ditinggal-pemilik-tiga-rumah-di-gadingrejo-pasuruan-terbakar/
“Kobaran api diduga muncul akibat korsleting listrik,” ungkap Vita, sapaan Pravita.
Dugaan tersebut dikuatkan dengan adanya sepeda listrik yang tengah dicas di rumah Khanifah. Tepatnya di dalam kamar. Temuan itu menguatkan dugaan kepolisian bahwa ada hubungan arus pendek. Sehingga, kemudian menimbulkan kobaran api yang melahap tiga rumah sekaligus.
“Dimungkinkan kebakaran tersebut dikarenakan adanya hubungan arus pendek yang berasal dari pengecasan sepeda listrik di kamar Bu Khanifah,” beber Vita.
Penjelasan Vita sejalan dengan kondisi di lapangan. Setelah api berhasil dipadamkan, diketahui rumah milik Khanifah yang terbakar paling parah. Seluruh kerangka atap beserta genting ludes terbakar. Sedang dua rumah lain yang terbakar, tidak rusak separah rumah Khanifah.
Rumah Khanifah sendiri berada di tengah. Lalu, dua rumah lain yang terbakar berada di samping kanan dan kirinya.
Seperti diberitakan sebelumnya, tiga rumah terbakar Sabtu (6/5) malam. Ketiga rumah itu milik Dian, 45; Khanifah, 60; dan Sulastri, 56. Ketiga rumah mereka sejajar dan berhimpitan di sebuah gang sempit di Lingkungan Peturen, RT 01/RW 06, Jalan Irian Jaya, Kota Pasuruan.
Slamet, 55, ketua RT setempat mengatakan, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 19.30. Saat itu, ketiga rumah itu dalam kondisi kosong atau ditinggal pemiliknya. Ada yang sedang ke pasar, ada juga yang kebetulan keluar. Slamet pun mengaku tidak tahu apa yang menyebabkan kebakaran terjadi.
“Kalau ada pemiliknya, tentunya gak bakalan terjadi kebakaran. Begitu dengar ada kebakaran, warga sini langsung gotong royong memadamkan api,” kata Slamet.
Wulan, 33, warga sekitar mengaku, awalnya dirinya tidak tahu tiga rumah tetangganya terbakar. Tiba-tiba ia melihat sejumlah warga berlarian sambil berteriak ada kebakaran. Ia yang penasaran langsung melihat ke lokasi kejadian.
Dan benar saja. Api berkobar di deretan rumah yang berada di lokasi gang sempit, tak jauh dari rumahnya. Warga pun berjibaku memadamkan api dengan alat seadanya.
“Karena ada ramai-ramai, saya langsung mencari tahu. Ternyata ada kebakaran. Saya langsung balik lagi. Takut soalnya,” ungkap Wulan.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, petugas pemadam kebakaran (damkar) BPBD Kota Pasuruan tiba di lokasi sekitar satu jam kemudian. Mereka bekerja keras memadamkan api yang masih berkobar. (tom/hn) Editor : Jawanto Arifin