Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kurangi Pos Penjagaan di Alun-alun, Penataan Ulang PKL dan Parkir Masih Dikaji

Ronald Fernando • Minggu, 7 Mei 2023 | 17:09 WIB
RAMAI TERUS: Pengunjung yang datang di Alun-alun Pasuruan seraya menikmati keindahan Payung Madinah. (Foto : M Zubaidillah Jawa Pos Radar Bromo)
RAMAI TERUS: Pengunjung yang datang di Alun-alun Pasuruan seraya menikmati keindahan Payung Madinah. (Foto : M Zubaidillah Jawa Pos Radar Bromo)
BUKAN hanya di Kota Probolinggo. Penertiban juga dilakukan di kawasan Alun-alun Pasuruan. Untuk saat ini, penempatan PKL dan parkir masih sama. PKL berjualan di tepi trotoar dan dibatasi kanstin. Sementara parkir berada di trotoar sisi luar alun-alun.    Bedanya, pos penjagaan di alun-alun kini dikurangi. Dari yang awalnya 5 pos, dikurangi menjadi dua. Mengapa dikurangi? Karena sebelumnya di bulan Ramadan lalu, pusat perbelanjaan ramai. Sehingga perlu diantisipasi agar lalulintas tidak krodit.

“Masyarakat dan pengunjung sangat ramai. Membutuhkan banyak petugas untuk mengaturnya agar kondusif,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Pasuruan Andriyanto mengatakan.

Lalu kapan skema baru soal penataan parkir dan PKL diterapkan? Andriyanto belum bisa menjawab. Dia menyampaikan, sampai saat ini penataan ulang alun-alun masih dikaji. “Evaluasi akan berlanjut terkait penataan ulang alun-alun,” katanya.

Penataan ini memang harus disoasialisasikan pelan namun pasti. Sebab Pemkot Pasuruan menginginkan kawasan alun-alun yang sudah cantik, tak lagi terlihat kumuh. Sehingga perlu ada penataan parkir dan PKL. Beberapa waktu lalu PKL sudah dikumpulkan dan pedagang diminta untuk ikuti aturan.

Saat itu Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf Dia menegaskan, penataan dilakukan semata-mata untuk menciptakan suasana yang kerasan. Bukan untuk melarang pedagang mencari nafkah. Tetapi mereka diminta berjualan di lokasi yang sudah disediakan. Apalagi setelah kawasan alun-alun direvitalisasi.

Gus Ipul-panggilannya juga menyampaikan bahwa pengunjung Alun-Alun Kota Pasuruan semakin meningkat. Imbas positifnya tentu juga dirasakan oleh para pedagang. Namun, menurutnya, tingginya daya tarik wisatawan yang datang juga mesti diimbangi dengan penataan kawasan keseluruhan. Mulai sektor perparkiran, penataan pedagang hingga kebersihan lingkungan. Sehingga pengunjung lebih nyaman dan betah.

Pun begitu dengan parkir. Pemkot mencari cara agar parkir tidak terkesan semrawut. Yang paling penting, parkir harus memberi sumbangsih ke pendapatan daerah. Pemkot tidak ingin parkir yang dibebankan ke pemilik kendaraan, hanya masuk ke kantong pribadi oknum. (zen/fun) Editor : Ronald Fernando
#Payung Madinah #pemkot pasuruan