Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan Basuki mengatakan, pemilihan letak di sisi selatan dan utara payung yang sudah berdiri itu berdasar detail engineering design (DED). Enam payung Madinah yang baru bakal dibangun di sisi utara dan selatan payung lama. Perinciannya, di sisi utara terpasang 2 unit dan sisi selatan 4 unit.
“Dengan demikian, letaknya akan tampak sebaris rapi,” ujar Basuki.
Sekretaris Disparpora Kota Pasuruan Akung Novajanto menambahkan, proyek lanjutan payung hidrolik akan tetap mengacu perencanaan yang sudah ada. Pemerintah sejak awal memang menginginkan ada 12 unit payung hidrolik yang berdiri di kawasan wisata religi. Hanya saja, Akung berharap, pengerjaan proyek tahun ini bisa lebih efektif.
“Kamu lakukan evaluasi secara keseluruhan. Mulai dari waktu pengerjaan sampai metodologi kerjanya,” ungkap dia.
Karena itu, dinasnya berupaya agar proses lelang proyek dengan pagu anggaran Rp 18 miliar itu bisa diajukan lebih cepat. Ia menargetkan bulan ini dokumen proyek itu sudah memasuki tahapan lelang. Sehingga waktu pengerjaan di lapangan juga lebih maksimal bagi pelaksana.
“Tentu kami belajar dari pengadaan tahun kemarin,” bebernya.
Misalnya saja terkait dengan pembangunan fondasi straus. Jika dalam proyek tahun lalu dilakukan fabrikasi manual di lokasi proyek, tahun ini kata Akung, diupayakan dengan metodologi yang lebih efisien.
“Kami menginginkan ibarat pohon palem. Straus datang langsung erection. Tidak lagi manual seperti kemarin,” ungkapnya.
Penerapan metodologi kerja semacam itu, lanjut Akung, bisa mengefisiensikan waktu. Pengerjaan proyek bisa lebih cepat. Sehingga meminimalisasi terjadinya keterlambatan.
“Beberapa metodologi kerja kami upayakan bisa dilakukan percepatan. Tentu dengan hasil yang tetap maksimal,” ungkap dia. (tom/fun) Editor : Ronald Fernando