Ribuan jamaah mengikuti haul yang lebih dulu diawali dengan bacaan tahlil, khatmil Quran, hingga manakib. Ustadz Syarif Hidayatullah yang mewakili panitia haul sekaligus dzuriyyah Mbah Slagah bersyukur rangkaian haul berlangsung lancar. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung kegiatan haul ini sehingga bisa berjalan penuh kelancaran,” katanya.
Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo juga hadir ditengah ribuan jamaah haul. Dia mengajak seluruh jamaah untuk meneladani perjuangan Mbah Slagah sebagai sosok ulama penyiar islam di Pasuruan. Mbah Slagah menjadi motor penggerak dalam melawan agresi penjajah belanda. Dia juga selaku pendiri masjid jamik.
“Harapannya ditahun mendatang lebih semarak, lebih baik, dan lebih hikmat lagi, ini perlu kita iktiarkan lagi bersama sama,” harapnya.
Menurutnya, dari manakib Mbah Slagah, banyak suri teladan yang diwariskan selain seorang mubaliq juga seorang pejuang.
“Tentu warisan suri tauladan harus kita lanjutkan tidak harus berjuang seperti jaman penjajah tetapi dengan mengisi pembangunan ini dengan peran kita masing masing,” katanya.
Ia mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan merapikan kawasan makam Mbah Slagah yang merupakan warisan wisata religi.
“Dalam waktu dekat akan melakukan penataan agar wilayah makam Mbah Slagah ini semakin rapi dan nyaman bagi para peziarah, mohon dukungan dan doanya untuk memujudkan cita cita Kota Pasuruan Kota Madinah,“ kata Adi diamini seluruh jamaah.
Haul ulama pejuang nasionalis bagi warga Kota Pasuruan itu juga disebut menjadi sarana besar untuk halal bihalal. Apalagi beberapa Ulama juga Hadir. Antara lain Ketua Rois Syuriah PCNU Kota Pasuruan KH. Khalim Masud, Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH. Imron Mutamakkin, serta mantan Wali Kota Pasuruan Aminurokhman dan mantan Wakil Bupati Pasuruan Muzammil Syafi'i. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin