Dari suntikan dana Rp 9,7 miliar yang diberikan, baru terserap sekitar Rp 3 miliar. Proyek yang dikerjakan tahun lalu meliputi pembangunan jalan paving, depo sampah, perbaikan saluran air, dan los ikan yang berada di area paling belakang. Serta, lanskap di halaman pasar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah mengatakan, revitalisasi Pasar Besar memang dilakukan secara bertahap. Mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan mengerjakannya.
“Tahun lalu kami prioritaskan infrastruktur dasarnya dulu. Seperti akses jalan, saluran air, dan pembuangan sampah,” katanya.
Tujuannya, untuk memastikan pusat perdagangan ini tidak menjadi kawasan kumuh. Dengan adanya pembuangan air dan sampah, setidaknya kebersihan pasar bisa tetap terjaga. Akses jalan tidak lagi becek ketika musim hujan. “Sekarang sudah mulai ada perubahan. Yang selama ini kumuh sudah teratasi,” jelasnya.
Selanjutnya, pemerintah akan melanjutkan revitalisasi yang lebih banyak menyentuh infrastruktur pasar. Terutama bangunan yang selama ini perlu dibenahi. Juga tidak menutup kemungkinan untuk memperbaiki kios-kios yang mangkrak di lantai dua.
“Saat ini kami tengah siapkan dokumen-dokumen yang akan diusulkan ke BPBJ (Bagian Pengadaan Barang Jasa),” ungkapnya.
Yanuar memastikan akan berupaya mempercepat revitalisasi tahap kedua ini. Mengingat diperkirakan bakal menelan anggaran yang lebih besar. Senilai Rp 6,4 miliar. (tom/rud) Editor : Ronald Fernando