Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan Basuki mengatakan, bangunan kios itu sampai saat ini masih dalam masa pemeliharaan.
Pelaksana proyek masih memiliki tanggung jawab selama enam bulan setelah hasil pekerjaan diserahkan. Tetapi, bangunan itu sudah bisa dimanfaatkan.
“Seperti rencana kami semula, memang untuk kawasan pusat oleh-oleh,” kata Basuki.
Kios-kios itu dibangun untuk menunjang peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke kota santri ini. Terlebih setelah adanya bangunan ikonik Payung Madinah.
Basuki menyebut, membeludaknya wisatawan menjadi salah satu potensi untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. “Sehingga, ke depan kami inginkan wisatawan tidak hanya datang, lalu pulang. Tetapi, mereka bisa berbelanja karena sudah ada pusat oleh-oleh,” ujarnya.
Meski belum secara resmi dibuka, Basuki menyebut, sebanyak 10 kios di kawasan itu sudah ada yang akan menempati. Mereka adalah pelaku UMKM yang selama ini di bawah binaan pemerintah kota. Para pelaku usaha itu akan menawarkan oleh-oleh dari hasil kerajinan mereka.
“Yang jelas itu produk-produknya hasil kerajinan UMKM lokal. Jadi memang disiapkan untuk buah tangan wisatawan yang datang,” jelasnya. (tom/mie) Editor : Ronald Fernando