Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Kamis (6/4) sekitar pukul 19.00, membran salah satu Payung Madinah tidak mengembang sempurna. Membran itu bahkan robek. Lokasinya di pojok utara.
Ghofur, salah satu saksi mengatakan, selepas azan isya, Payung Madinah dalam proses membuka membran. Tiba-tiba terdengar bunyi “krak”.
Ternyata, kerangka laba-laba salah satu payung tersangkut ke tembok masjid. Tepatnya di bagian jamaah putri. Salah satu tepian membran bahkan robek. Dan membran tidak mengembang sempurna.
Warga Kelurahan Bangilan, Kecamatan Panggungrejo itu mengaku sering beraktivitas di sekitar alun-alun. Sebelumnya payung madinah selalu mengembang dan menutup dengan sempurna. Tidak pernah ada masalah.
“Tapi dak tahu malam itu kok kerangka payung nyangkut di tembok. Saya juga bingung, masak rangkanya modot (memanjang) sendiri,” ungkapnya.
Ahmad Makruf, 33, warga Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, juga mengaku sering beraktivitas di alun-alun. Menurutnya, wajah baru sekitar Masjid Jamik Al Anwar itu sangat indah. Sebab, ada Payung Madinah di sana.
“Namun, memang selama ini payung itu rawan rusak. Penyebabnya bermacam-macam. Mulai hujan deras, angin kencang, hingga tersangkut tembok,” tuturnya.
Ketua Himpunan Pariwisata dan Pecinta Lingkungan Kota Pasuruan Ihsan Khoiri juga merasa heran. Sebab Payung Madinah sering rusak. Apalagi menyangkut di tembok.
“Kok bisa-bisanya mengenai tembok? Padahal sebelumnya normal saja itu,” ujarnya.
Karena itu, Ihsan mempertanyakan pemeliharaannya. Bila pemeliharaan tidak baik, bisa jadi sering terjadi kerusakan. Inilah yang menurutnya perlu dievaluasi.
Sekretaris Disparpora Kota Pasuruan Akung Novayanto mengatakan, pihaknya langsung memperbaiki payung yang rusak. Katanya, saat ini masih dalam tahap pemeliharaan. Jadi begitu ada kerusakan pihaknya langsung bisa membenahi.
“Semalam (Kamis) pukul 22.00 diperbaiki. Sekarang kondisi payung sudah normal lagi,” ujarnya. (zen/hn) Editor : Jawanto Arifin