Dansubdenpom V/3-4 Pasuruan Kapten CPM Rifan Hadi Nurhasyim membenarkan insiden kecelakaan yang melibatkan truk TNI AD. Namun, dia tidak banyak memberikan keterangan terkait penyebab kecelakaan tersebut.
Saat ini, menurutnya, kecelakaan itu masih dalam penyelidikan. ”Masih dalam penanganan Subdenpom,” katanya.
Sementara itu, Pasi Intel Batalyon Zeni Tempur 10 Letda Czi Roni Rohmadoni Kurniawan menjelaskan, saat itu truk TNI hendak pulang. Setelah menjemput anggota yang baru dinas jaga di Singosari.
Truk menurut Roni sudah melaju di jalur yang tepat. Namun, kemudian terjadi serempetan antara pikap dan truk. Pikap menyerempet bagian kanan truk.
https://radarbromo.jawapos.com/daerah/pasuruan/03/04/2023/pikap-v-truk-tni-di-kejayan-dua-tewas-korban-rombongan-asal-rembang/
”Sehingga, kepala truk tersangkut bak pikap setelah serempetan dengan kabin,” katanya.
Benturan keras mengakibatkan bodi pikap bagian depan sisi kanan ringsek. Kondisi itu membuat para penumpang pikap yang duduk di bak sisi kanan terluka parah.
Ada delapan penumpang di pikap itu. Seorang penumpang bernama Toha meninggal sesaat setelah kejadian.
Sementara, penumpang yang lain, yaitu Idris, meninggal setelah mendapat perawatan medis Senin (3/4). Korban sempat dilarikan ke RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Namun, nyawanya tak tertolong ketika dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Selain dua korban meninggal, tiga penumpang pikap yang lain dalam kondisi kritis. Mereka saat ini sedang dirawat di rumah sakit.
Setelah kejadian itu, menurut Roni, pihaknya langsung takziah ke rumah duka. Pihak keluarga, kata Roni, menyadari kesalahannya karena membawa penumpang dengan bak pikap yang notabene bukan kendaraan penumpang.
”Makanya, pihak keluarga ingin menyelesaikan secara kekeluargaan. Yang penting dibantu Jasa Raharja, BPJS, dan yang lain. Itu sudah disepakati dan klir semua,” terangnya.
Pikap yang terlibat kecelakaan itu sendiri hendak mengikuti Maulid Habsy rombongan asal Rembang, Kabupaten Pasuruan. Saat itu, pikap Daihatsu Gran Max N 8574 TJ baru keluar dari jalan Desa Sumberbanteng, Kecamatan Kejayan. Mereka hendak pulang ke Desa Pajaran, Kecamatan Rembang, setelah mengikuti acara Maulid Habsy.
Setelah keluar dari jalan Sumberbanteng, rombongan berbelok ke kiri. Menuju arah Purwosari. Mereka hendak melintasi jalan Wonorejo-Rembang.
Namun, tidak jauh setelah memasuki jalan provinsi, tiba-tiba pikap tabrakan dengan truk TNI AD dari Batalyon Zeni Tempur 10. Kejadiannya berlangsung persis di depan pabrik Pocari. Tepatnya di Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan. (tom/hn) Editor : Jawanto Arifin