Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Desa Nguling Punya Pujasera Berfasilitas Lengkap, Dikonsep Tempat Hiburan

Ronald Fernando • Senin, 27 Maret 2023 | 13:01 WIB
BESAR: Bangunan pujasera yang sudah siap ditempati. Bangunan ini luasnya 400 meter persegi. (Foto: Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)
BESAR: Bangunan pujasera yang sudah siap ditempati. Bangunan ini luasnya 400 meter persegi. (Foto: Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)
Dari segi lokasi, Desa Nguling memang memiliki tingkat keramaian paling tinggi. Selain dekat jalan nasional, desa ini juga terdapat pasar tradisional yang menjadi pusat perputaran ekonomi. Peluang inilah yang ditangkap Pemdes Nguling.

------------------------------------------------------------------------------------------------------

SALAH satu bentuknya, desa yang dipimpin Edi Suyitno ini sedang membangun tempat hiburan berbasis wisata. Tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat yang mengangkat kemakmuran.Pemdes Nguling  menilai pembangunan tempat hiburan adalah solusi yang tepat dan berpotensi menambah pemasukan desa.

Photo
Photo
INOVATIF: Kades Nguling Edi Suyitno. (Foto: Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)

Pembangunan ini sudah diawali dengan pembuatan gedung pujasera. Lokasinya dibangun di lahan milik desa seluas 1 hektare, tepatnya di RT 1/RW 10, Dusun Pasar. Sebenarnya, pujasera ini sudah mulai dibangun sejak tahun 2020. Lantaran waktu itu dilanda pandemi, pembangunan sementara dihentikan. Begitu juga di tahun 2022. Bangunan yang sudah mencapai 80 persen dilanda angin puting beliung. 

Saat ini pujasera sudah hampir jadi. Pujasera seluas 400 meter persegi ini, diyakini Edi Suyitno, akan memantapkan rencna pembangunan tempat hiburan berbabis wisata. Apalagi tempatnya juga strategis. Jadi sangat cocok untuk dijadikan tempat hiburan warga desa yang memiliki 2.430 KK dengan total keseluruhan 7.493 jiwa. 

 “Pembangunannya lengkap dengan fasilitas. Alat permainan anak-anak, toilet dan lainnya,” ujar Edi Suyitno saat menjelaskan konsep tempat hiburan ini.

Konsep besarnya adalah membangun taman bermain yang bisa dimanfaatkan untuk siapa saja. Di dekat taman-taman tersebut, nantinya juga akan dibangun kolam pancing, yang akan terisi ratusan lele. Rencananya kolam akan ditempatkan di sisi timur lahan. Kebetulan di dekat pujasera ada tersisa lahan seluas 9x8 meter. 

Photo
Photo
LUAS: Lahan milik Desa Nguling yang rencananya akan dibangun Taman Hijau untuk pengembangan Pujasera. (Foto: Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)

“Ini perencanaan pembangunan Pemdes Nguling di tahun 2024. Karena kali ini masih fokus pembangunan tempat pujasera, yang tempatnya di tengah taman dan kolam lele,” katanya.

Mengapa tempat hiburan? Edi Suyitno menyebutkan, pembangunan tempat ini memang dikonsep sejak awal untuk mendongkrak pendapatan masyarakat. Sehingga ada pujasera, kolam pancing dan lainnya. Sehingga jika digelar event rutin, maka tempat ini akan ada aktivitas seru, misalnya live musik. 

Kata Edi, sejatinya tempat ini merupakan tempat serba guna. Bisa untuk kegiatan lainnnya. Misalkan olahraga, senam, pencak silat, acara seminar, acara pertemuan dan lainnya. Juga dilengkapi UMKM  yang saat ini sudah terbangun 7 kios di dalamnya.

“Di dalam ruangan ini sudah panggungnya. Bisa dibuat untuk acara resmi dan nonformal,” katanya. (zen/fun/*)



Fokus Majukan Ekonomi Warga

PEMBANGUNAN tempat hiburan berbasis wisata memang sengaja untuk memajukan ekonomi warga. Sebab Pemdes Nguling ingin memerangi banyaknya angka pengangguran di desanya. 

Photo
Photo
MENAMPUNG PRODUK LOKAL: Lapak UMKM yang menjdi salah satu fasilitas di dalam Pujasera. (Foto: Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)

Kepala Desa Nguling Edi Suyitno menjelaskan, tentunya pembangunan tempat hiburan berbasis wisata di lahan yang sama tujuannya untuk kemakmuran warganya. Bisa meningkatkan ekonomi warganya, terutama warga yang kurang mampu.

Kata Edi, banyak yang bisa dijadikan penambahan ekonomi nantinya. Selain UMKM, parkir dan pembayaran lainnya akan bisa mengatasi ekonomi warga. “Misalkan ada yang menyewa, untuk pernikahan dan lainnya. Karena yang mengolah nantinya adalah warga sendiri,” katanya.

Selain itu, akan banyak acara lainnya. Di kolam pancing sendiri yang mengolah adalah warga. Jadi sistemnya uang pendapatan dari 1 tempat wisata akan masuk ke pendapatan desa beberapa persen. Begitu juga di taman dan pujasera. (zen/fun/*) Editor : Ronald Fernando
#Membangun desa #desa nguling #kecamatan nguling