Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pertumbuhan Ekonomi Melesat, Gus Ipul: Kota Pasuruan Bangkit Lebih Cepat

Ronald Fernando • Kamis, 2 Maret 2023 | 15:13 WIB
RAMAI: Suasana malam hari di sekitar Alun-alun Pasuruan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
RAMAI: Suasana malam hari di sekitar Alun-alun Pasuruan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo - Pertumbuhan ekonomi Kota Pasuruan melesat. Dari peringkat kedua terendah di antara sembilan kota di Jawa Timur, Kota Pasuruan kini menempati peringkat ketiga teratas. Pertumbuhan ekonomi kota berjuluk Madinah Van Java mencapai 6,22 persen.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan, data Badan Pusat Statistitk (BPS) 2022 mencatat, kota yang dipimpinnya selama 2 tahun terakhir menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Itu terjadi setelah berbagai stimulan dari pemerintah kota berimbas positif. Pertumbuhan ekonomi bisa meroket tajam. Di antaranya, stimulan itu berupa bantuan permodalan, bantuan sosial, dan bantuan tunai.

”Kemudian juga keterlibatan para pelaku usaha dalam pengadaan pemerintah melalui e-katalog. Selama ini, memang kami dorong pelaku usaha lokal agar bisa aktif menjadi penyedia barang jasa pemerintah lewat aplikasi itu,” kata wali kota yang akrab disapa Gus Ipul itu.

Dia menambahkan, pertumbuhan ekonomi tersebut membuktikan keseriusan pemerintah untuk lebih maju. Bahkan, mengejar kota-kota besar, seperti Malang dan Surabaya. Gus Ipul juga mengatakan, hari jadi Kota Pasuruan yang mengusung tema Bangkit Lebih Cepat bukan hanya slogan.

Photo
Photo
JADI JUJUKAN: Mobil wisatawan yang parkir di sekitar Alun-alun Pasuruan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

”Artinya, target kami sesuai dengan tema hari jadi. Kita ingin bangkit lebih cepat pascapandemi. Masyarakat sudah merasakan sekarang. Acuannya data BPS menunjukkan Kota Pasuruan yang semula berada di urutan bawah, sekarang termasuk kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi,” kata Gus Ipul.(tom/far)



Lapangan Usaha Terus Membaik

KEPALA BPS Kota Pasuruan Sri Kadarwati mengatakan, ekonomi kota tumbuh 6,22 persen sepanjang tahun lalu. Capaian tersebut jauh lebih tinggi daripada setahun sebelumnya yang hanya tumbuh sebesar 3,64 persen.

”Kota Pasuruan berada di peringkat ketiga tertinggi setelah Surabaya dan Malang,” kata Wati, sapaannya.

Sri Kadarwati menjelaskan, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha, transportasi, dan perdagangan sebesar 18,57 persen. Kemudian industri pengolahan dan perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor.

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi berada pada komponen konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga sebesar 9,23 persen. Lalu, diikuti konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto.

”Berdasar struktur ekonominya, perekonomian di Kota Pasuruan pada 2022 masih didominasi oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran dan reparasi motor yang perannya mencapai 29,70 persen. Kalau dari sisi pengeluaran komponen konsumsi rumah tangga memberikan andil terbesar, yakni mencapai 71,26 persen,” bebernya.

Wati menambahkan, membaiknya perekonomian terlihat dari tren positif sebagian besar lapangan usaha. Berdasar lapangan usahanya, struktur perekonomian Kota Pasuruan ditopang lima lapangan usaha utama. Masing-masing perdagangan besar, reparasi, industri pengolahan, informasi dan komunikasi, transportasi serta pergudangan dan jasa keuangan.

”Sisanya sebesar 28,17 persen tersebar pada  12 kategori lapangan usaha lainnya, tumbuh sebesar1,50 persen,” bebernya.

Dari 17 lapangan usaha yang ada, hanya 3 lapangan usaha yang mengalami kontraksi pertumbuhan. Yaitu, lapangan usaha pertambangan dan penggalian mencapai 99,85 persen, diikuti pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang dan jasa perusahaan.

Kondisi itu cukup bisa dimaklumi. Mengingat lapangan usaha seperti pertambangan dan penggalian cukup minim. Di samping itu, sektor usaha tersebut hanya berupa ekstraksi garam yang kondisinya sangat dipengaruhi faktor cuaca. Belum lagi kendala keterbatasan lahan. (tom/far) Editor : Ronald Fernando
#pertumbuhan ekonomi kota pasuruan #pemkot pasuruan