Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pagar SMPN 2 Winongan Roboh Diterjang Angin, Komite Waswas

Jawanto Arifin • Selasa, 28 Februari 2023 | 16:30 WIB
DITERJANG ANGIN KENCANG: Tembok SMPN 2 Winongan yang roboh usai diterjang angin kencang. (Rosyidi/Radar Bromo)
DITERJANG ANGIN KENCANG: Tembok SMPN 2 Winongan yang roboh usai diterjang angin kencang. (Rosyidi/Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo - Pagar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Winongan roboh pada Rabu (22/2) petang. Saat hujan deras dan angin kencang melanda, pagar sekolah tersebut mendadak ambruk. Komite sekolah mengkhawatirkan faktor keamanan.

Ketua Komite Sekolah Muhammad Iksan mengatakan, saat itu kondisi Winongan sedang hujan deras. Pagar yang memang tidak kuat akhirnya roboh. Dia mengaku tahu benar kondisi sekolah. Sebab, tempat tinggalnya juga tidak jauh dari sekolah.

Saat kejadian terdengar suara gemuruh. Karena itu, Suwarto, penjaga sekolah yang kebetulan berada di lokasi langsung melihatnya. Ternyata pagar sekolah roboh sepanjang 20 meter.

”Panjang robohnya. Kami khawatir menimbulkan kerawanan," katanya.

Posisi pagar itu, lanjut Iksan, berada di belakang sekolah. Jika tidak segera diperbaiki, dia khawatir keamanan sekolah terancam. Iksan berharap pagar segera diperbaiki.

"Sekarang keamanannya rawan," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan Hasbullah mengatakan, sekolah telah mengajukan proposal perbaikan pagar yang roboh. Tapi, dinas tak bisa melakukan perbaikan tahun ini. Sebab, pos anggaran untuk tahun ini sudah terbagi.



"Tahun ini diajukan. Tapi ya tidak bisa dibangun sekarang. Baru tahun depan," tuturnya.

Berkaitan dengan kerawanan keamanan sekolah, dia menjelaskan, untuk sementara sekolah menutupnya dengan gedek. Ini mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Iya langsung ditutup dengan gedek. Ini untuk keamanannya sementara," terangnya. (sid/far) Editor : Jawanto Arifin
#bencana pasuruan #cuaca ekstrem