Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pedagang Los Daging di Pasar Besar Pasuruan Minta Rehab

Ronald Fernando • Senin, 20 Februari 2023 | 17:10 WIB
JEBOL: Atap plafon di los daging Pasar Besar Pasuruan yang rusak dan perlu dibenahi. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
JEBOL: Atap plafon di los daging Pasar Besar Pasuruan yang rusak dan perlu dibenahi. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo- Rehab Pasar Besar yang dilakukan Pemkot Pasuruan tahun lalu belum menyelesaikan semua persoalan. Beberapa lapak dagangan ada yang belum tersentuh. Pedagang berharap pemerintah tidak tutup mata.

Seperti yang disampaikan Faisol, salah satu pedagang di los daging. “Sebetulnya sudah kurang layak tapi ya mau gimana lagi tidak ada tempat lainnya,“ katanya.

Dia menjelaskan, buruknya kondisi los daging. Mulai dari akses jalannya yang sudah tidak memadai. Sebagian plafon juga jebol. Lapak pedagang juga ada yang rompal.

Menurut Faisol, tidak berlebihan jika pedagang berharap agar los daging dibongkar. Kemudian dibangun los yang baru di tempat yang sama. Atau setidaknya dengan merehab los tersebut. “Kami para pedagang, berharap semoga pemerintah minimal melakukan rehabilitasi agar penjual dan pembeli merasa nyaman waktu masuk los daging,“ katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah menyatakan, revitalisasi Pasar Besar memang belum tuntas. Pekerjaan yang terealisasi dengan bantuan keuangan Pemprov Jawa Timur itu dilakukan bertahap. Tahun ini, pemerintah sudah mengucurkan dana Rp3 miliar untuk revitalisasi tahap pertama.

Sedangkan nilai bantuan keuangan yang diterima pemerintah kota sebesar Rp10 miliar. “Tahun ini sudah direncanakan lanjutan revitalisasi Pasar Besar dengan dana sekitar Rp 6,4 miliar,“ katanya. Dia menyebut revitalisasi pasar dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan waktu pengerjaan proyek.

“Perencanaannya sudah kami siapkan untuk keseluruhan,“ kata yanuar. Namun keterbatasan waktu menjadi alasan kenapa proyek revitalisasi tidak bisa dikerjakan dalam waktu setahun. Karena itu, sisa anggaran dari bantuan keuangan bakal digelontorkan untuk revitalisasi lanjutan tahun ini. Dia menyebut revitalisasi lanjutan akan diprioritaskan untuk perbaikan los daging.

“Segera kami siapkan proses lelangnya. Mungkin tinggal menyesuaikan perencanaan yang sudah ada. Kegiatan mayor nanti ada di los daging,“ katanya. (tom/fun) Editor : Ronald Fernando
#pasar besar pasuruan #rehab pasar besar