Seperti yang disampaikan Faisol, salah satu pedagang di los daging. “Sebetulnya sudah kurang layak tapi ya mau gimana lagi tidak ada tempat lainnya,“ katanya.
Dia menjelaskan, buruknya kondisi los daging. Mulai dari akses jalannya yang sudah tidak memadai. Sebagian plafon juga jebol. Lapak pedagang juga ada yang rompal.
Menurut Faisol, tidak berlebihan jika pedagang berharap agar los daging dibongkar. Kemudian dibangun los yang baru di tempat yang sama. Atau setidaknya dengan merehab los tersebut. “Kami para pedagang, berharap semoga pemerintah minimal melakukan rehabilitasi agar penjual dan pembeli merasa nyaman waktu masuk los daging,“ katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah menyatakan, revitalisasi Pasar Besar memang belum tuntas. Pekerjaan yang terealisasi dengan bantuan keuangan Pemprov Jawa Timur itu dilakukan bertahap. Tahun ini, pemerintah sudah mengucurkan dana Rp3 miliar untuk revitalisasi tahap pertama.
Sedangkan nilai bantuan keuangan yang diterima pemerintah kota sebesar Rp10 miliar. “Tahun ini sudah direncanakan lanjutan revitalisasi Pasar Besar dengan dana sekitar Rp 6,4 miliar,“ katanya. Dia menyebut revitalisasi pasar dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan waktu pengerjaan proyek.
“Perencanaannya sudah kami siapkan untuk keseluruhan,“ kata yanuar. Namun keterbatasan waktu menjadi alasan kenapa proyek revitalisasi tidak bisa dikerjakan dalam waktu setahun. Karena itu, sisa anggaran dari bantuan keuangan bakal digelontorkan untuk revitalisasi lanjutan tahun ini. Dia menyebut revitalisasi lanjutan akan diprioritaskan untuk perbaikan los daging.
“Segera kami siapkan proses lelangnya. Mungkin tinggal menyesuaikan perencanaan yang sudah ada. Kegiatan mayor nanti ada di los daging,“ katanya. (tom/fun) Editor : Ronald Fernando