Camat Gadingrejo Imron Rosadi menyebutkan, banjir akibat luapan Kali Welang itu menggenangi sekitar 400 rumah kepala keluarga di kelurahan tersebut sejak Kamis (16/2) hingga Jumat (17/2).
”Tapi, sudah surut,” jelasnya.
Posisi Karangasem berada di sebelah barat Kali Welang. Air cepat surut karena tidak bersamaan dengan pasang air laut. Lebih-lebih Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur telah meninggikan plengsengan dan menormalisasi dasar sungai.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan telah mendatangi permukiman warga yang terdampak luapan sungai. BPBD menyurvei lokasi sekaligus memikirkan bagaimana genangan air cepat surut.
”Kami sudah kirimkan bantuan sosial berupa 400 nasi bungkus,” ungkapnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi itu terjadi pada Kamis (16/2) di bagian hulu. Air mengalir ke bagian hilir melalui Sungai Welang.
”Sekitar pukul 14.48, Kota Pasuruan hujan dengan intensitas ringan sampai lebat,” ujarnya.
Kemudian, pukul 19.00, debit Sungai Welang naik. Meluap dan memasuki permukiman warga di RT 1/RW 1, Dusun Rujak Gadung. Tinggi air antara 40 sampai 50 sentimeter.
Sekitar pukul 02.48, Jumat dini hari, air di Dusun Rujak Gadung masih menggenang sekitar 30 sentimeter. BPBD Kota menginformasikan peringatan dini tentang potensi hujan kepada pihak terkait dan masyarakat agar waspada ancaman bencana. (zen/far) Editor : Ronald Fernando