Semua korban pun dilarikan ke RSUD Grati. Dari lima korban itu, dua sudah pulang. Sedangkan tiga lagi masih dalam perawatan.
Debby, humas RSUD Grati mengatakan, tidak semua pasien datang ke rumah sakit, Sabtu (11/2). Mereka datang sejak Kamis (9/2) secara bertahap.
"Lima orang itu masuk mulai tanggal 9 Februari. Jadi ada yang sudah pulang," katanya.
Salah satu korban digigit ular yaitu Mas'ula, 45, warga Desa Prodo, Kecamatan Winongan. Dia digigit ular, Sabtu (11/2) pagi, saat bersih-bersih sisa banjir di rumahnya. Tiba-tiba, ular sepanjang 10 sentimeter menggigit kaki kanannya.
"Langsung gigit gitu. Saya nggak tahu kalau ada ular," ungkapnya.
Ia pun langsung dilarikan ke RSUD Grati oleh keluarganya. Agar bisa ular yang masuk bisa dikeluarkan.
"Langsung dibawa ke sini. Alhamdulillah sudah ditangani. Tapi ini memar," ungkapnya.
Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris mengatakan, lima warga yang dipatok ular berasal dari wilayah yang berbeda. Antara lain dari Desa Wotgalih, Nguling; dari Grati dan ada juga yang dari Malang. Namun, tidak semuanya dipatok ular akibat banjir.
Seperti bocah dari Desa Wotgalih, Kecamatan Nguling. Dia dipatok ular saat sedang bermain. "Yang dipatok ular karena banjir empat orang. Satunya bukan karena banjir," terangnya.
Dari empat orang yang dipatok ular juga bukan semua ada di rumah. Ada juga yang sedang hendak mengevakuasi warga ke tempat aman dengan perahu. Seperti yang terjadi pada Yahya, warga Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati.
"Dia pawang sebenarnya. Tapi, saat ada ular kobra lewat salah pegang dan digigit," tandasnya.
Lalu warga Malang yang juga digigit ular, saat itu sedang lewat di daerah Winongan yang kondisinya banjir. Kemungkinan saat motornya lewat, buntut ular terlindas. Dan kemudian seketika ularnya menggigit.
"Tahun ini banyak kejadian warga digigit ular saat banjir. Bahkan, mulai Kamis kemarin sudah ada laporan," ungkapnya.
Harris pun mengimbau agar warga lebih waspada terhadap ancaman ular dan hewan liar lainnya saat banjir. Menurutnya, meluapnya air sungai mengakibatkan habitat ular juga terendam banjir. Sehingga, kemungkinan besar ular masuk ke area permukiman warga bersamaan dengan banjir.
"Karena hujan memang memiliki kerawanan tersendiri terhadap hewan liar seperti ular. Warga yang bersih-bersih lumpur diharap hati-hati. Juga jangan menangkap ular sendiri kalau tidak punya pengalaman," ungkapnya.
Sementara itu, Wabup Pasuruan Mujib Imron bersama beberapa kepala OPD menjenguk sejumlah warga korban gigitan ular di RSUD Grati. Para korban diberikan santunan dan didoakan agar bisa segera pulih.
"Alhamdulillah dari lima yang digigit, sebagian sudah ada yang pulang dan tidak sampai berakibat fatal. Warga juga gotong royong langsung membawa korban ke rumah sakit," katanya. (sid/hn) Editor : Jawanto Arifin