Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pasuruan Gustap Purwoko menerangkan, pengembangan kawasan yang banyak bangunan ikonik bergaya indis itu memang dilakukan secara perlahan. Dalam dua tahun terakhir, pemerintah berupaya menonjolkan bangunan-bangunan kuno yang tersisa. Seperti Gedung Harmonie, P3GI dan gedung lain di sekitarnya.
“Tahun ini kami perkuat dengan penataan pedestrian untuk pejalan kaki,“ kata Gustap.
Menurutnya, pebataan jalur pedestrian sebenarnya sudah dimulai pada 2022 lalu. Pemerintah kota mendapatkan corporate social responsibility (CSR) pembangunan pedestrian sisi timur jalan mulai dari simpang apotek. Pekerjaan itulah yang rencananya berlanjut. Hanya saja penataan kali ini dilakukan di sisi barat jalan.
“Kami ingin menonjolkan kesan heritage ketika orang datang ke sana. Tentunya untuk menunjang beberapa gedung kuno yang belakangan sudah dipercantik,“ katanya.
Menurutnya pedestarian sepanjang Jalan Pahlawan akan dibuat agar lebih memanjakan pejalan kaki. Lebarnya akan ditambah. Dari yang semula sekitar 2 meter. Menjadi 3 meter. Disamping itu juga akan dilengkapi dengan bangku dan lampu-lampu taman.
“Kami sudah siapkan anggaran Rp 2,4 miliar,“ bebernya.
Rencana pelebaran pedestrian itu sempat memunculkan wacana untuk membongkar pagar-pagar gedung di sepanjang kawasan tersebut. Mengingat di sisi barat jalan terdapat beberapa perkantoran. Mulai dari perbankan, pengadilan hingga kompleks kantor pemkot sendiri.
“Belum ada rencana kalau sampai membongkar. Hanya pelebaran saja yang kami upayakan,“ jelasnya. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin