Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mau Pengajian, Ayah-Ibu dan Tiga Anaknya asal Kebonsari Tewas Ditabrak KA

Fandi Armanto • Minggu, 1 Januari 2023 | 05:19 WIB
HENDAK DISUCIKAN: Petugas mengidentifikasi jenazah lima korban yang masih satu keluarga asal Kelurahan Kebonsari. Kelimanya tertabrak KA di perlintasan KA di Rejoso, Sabtu (31/12) petang. (Foto : Fuad Alyzen Jawa Pos Radar Bromo)
HENDAK DISUCIKAN: Petugas mengidentifikasi jenazah lima korban yang masih satu keluarga asal Kelurahan Kebonsari. Kelimanya tertabrak KA di perlintasan KA di Rejoso, Sabtu (31/12) petang. (Foto : Fuad Alyzen Jawa Pos Radar Bromo)
REJOSO, Radar Bromo - Sungguh nahas satu keluarga asal Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo ini. Saat hendak berangkat pengajian yasinan ke Desa Kasuran, Kecamatan Rejoso, mereka dihantam kereta api (KA) Tawangalun di perlintasan Rejoso, Sabtu (31/12) petang. Akibatnya, kelimanya meregang nyawa.

Lima orang itu terdiri dari bapak, ibu,  dan 3 anak. Salah satunya balita. Mereka adalah Said (ayah) Aminah (ibu) Anisa, Fizi dan Hima.

Informasi yang diperoleh radarbromo.jawapos.com usai kejadian, insiden itu terjadi pukul 19.00. Salah satu keluarga korban yakni Niman, 35, mengatakan, sekeluarga ini mengendarai motor Vario bernopol N 2977 VH. Mereka memang mau ikut yasinan di rumah adik perempuan Aminah, yang bernama Kurnia Rozabi di RT 4/RW 6, Desa Kasuran, Kecamatan Rejoso.

Sebenarnya mereka nyaris sampai di rumah pemilik acara. Sebab sudah ada di ujung gang. Namun mereka harus melewati perlintasan KA. Nah saat hendak menyeberang itulah, pengemudi motor diduga tidak melihat KA Tawangalun yang melaju dari barat ke timur. Seketika itu KA langsung menabrak hingga kelima korban meninggal dunia.

"Langsung kaget, saya pun langsung pergi ke rumah sakit Purut (RSUD dr Soedarsono, red). Sebenarnya anaknya empat. Yang pertama ada di pondok," ujar Niman.

Kanit Reskrim Polsek Rejoso Bripka Widodo mengatakan, mereka adalah sekeluarga. Setelah kejadian mereka langsung dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soedarsono.

Salah satu petugas Kamar Jenazah RSUD dr Soedarsono Adi mengatakan, tubuh mereka hancur. Kepala ayah pecah, termasuk dua penumpang lainnya juga luka di bagian kepala.



Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Azhar Zaki Assjari mengatakan, pada pukul 18.31 terima laporan dari Pusat Pengendali Daop 9 Jember. Meneruskan laporan dari Awak Sarana Perkeretaapian KA 313 (Tawangalun) relasi Malang - Ketapang, bahwa KA-nya izin Berhenti Luar Biasa (BLB) di Km 70 +0/1 disebabkan menabrak pengendara motor di perlintasan yang tak berpalang pintu dan tak tidak dijaga. Lokasinya km 69+3/4 petak jalan Pasuruan - Rejoso.

Menurut keterangan Awak Sarana Perkeretaapian (ASP)/Masinis KA 313 (Tawangalun) saat KA-nya akan melintas di lokasi tersebut, ASP sudah membunyikan suling lokomotif berkali-kali. Di saat KA melintas di perlintasan tersebut bersamaan pengendara motor dengan yang berboncengan 4, melintas tanpa mempedulikan KA akan melintas. Karena jarak terlalu dekat kecelakaan tidak terhindarkan. (mg/fun) Editor : Fandi Armanto
#ka tawangalun #polsek rejoso #kecelakaan kereta api rejoso