Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPT PJJ Probolinggo Wilayah Pasuruan Rino Wahyu mengatakan, saat ini, progres pekerjaan di lapangan sudah sekitar 91 sampai 92 persen. Artinya, meskipun sudah jatuh tempo, pekerjaan belum selesai.
"Sesuai kontrak, seharusnya selesai 22 Desember," katanya saat dikonfirmasi kemarin.
Wahyu menjelaskan, perbaikan longsor itu paling lambat harus tuntas pada 30 Desember. Dia yakin pekerjaan itu sebentar lagi selesai. Hanya tinggal satu titik yang belum selesai di antara empat titik pekerjaan. Yang di Tosari tinggal satu. Yang dua sudah selesai. Dan, yang di Puspo juga sudah selesai.
”Insyaallah Sabtu sudah beres," tandasnya.
Wahyu menambahkan, pelaksana proyek masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tapi, per hari keterlambatan tetap dihitung denda. Sehari, denda mencapai Rp 1,6 juta.
”Tapi, kami yakin tidak akan ada putus kontrak. Pasti selesai sebelum akhir tahun," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, pengerjaan proyek perbaikan jalan longsor di kawasan Tosari dan Puspo menghadapi banyak kendala. Ada hambatan cuaca karena sering hujan. Selain itu, medan lokasi tergolong ekstrem. Kontraktor pelaksana sulit mengangkut material dalam jumlah besar sekali angkut. (sid/far) Editor : Ronald Fernando