”Kecelakaan tunggal, pemotor menabrak pohon,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Ipda Khunaifi.
Insiden memilukan itu terjadi Sabtu (17/12) pagi. Wiwik saat itu memboncengkan Khamida Andriani, 28, warga Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Mereka menumpangi motor Honda Supra X dengan nopol N 5237 VW.
Semula Wiwik dan Khamida berboncengan motor dari arah selatan di jalan umum jurusan Prigen-Pandaan. Tepatnya, Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Petaka terjadi saat keduanya melintasi jalan menurun di sekitar Patung Kuda. Motor yang dikendarai Wiwik oleng. Perempuan 40 tahun itu panik lantaran tak bisa mengendalikan motornya yang semakin melaju kencang.
”Dari arah selatan, kemudian saat di TKP tidak bisa menguasai laju kendaraan dan oleng,” kata Khunaifi.
Akibatnya fatal. Motor mereka menabrak pohon perindangan yang ada di kiri jalan. Tabrakan yang cukup keras membuat Wiwik harus kehilangan kaki kanannya. Meski nyawanya selamat, Wiwik harus menjalani perawatan intensif karena luka yang diderita cukup parah. Dia sempat dilarikan ke Puskesmas Prigen sesaat setelah kejadian.
”Sementara kondisi penumpang hanya luka ringan,” kata Khunaifi.
Khamida hanya mengalami luka memar pada bahu, punggung, dan lututnya. Dia kemudian dilarikan ke RS Prima Husada Sukorejo. Polisi sejauh ini masih mendalami kasus kecelakaan tersebut. Terutama untuk mengetahui penyebab kecelakaan tunggal itu. Apakah karena rem yang tidak berfungsi atau diakibatkan kelalaian.
”Masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” katanya. (tom/far) Editor : Jawanto Arifin