Sabtu (17/12), Robi terlihat mengantarkan penumpang dari GOR Untung Suropati menuju ke Bangilan. Penumpang itu bernama Eka Kusnul Ikhtiyarini, 23. Sampai di Jalan Wahidin, dekat bekas pabrik karton, mendadak becaknya oleng ke tengah.
Eka pun menoleh ke belakang. Dia panik dan mencoba menegur Robi. Ternyata korban sudah jatuh ke aspal. Becak berhenti. Eka pun lekas-lekas turun. Warga sekitar langsung menepikan tubuh korban dan becak ke bahu jalan agar tidak mengganggu lalu lintas.
”Ternyata korban sudah meninggal,” ujar warga RT 7/RW 8, Keluarahan/Kecamatan Purworejo, tersebut.
Petugas Polsek Bugul Kidul dan Polres Pasuruan Kota serta ambulans URC 119 Kota Pasuruan tiba di tempat kejadian perkara. Jenazah Robi dibawa ke kamar mayat RSUD dr R Soedarsono.
Istri korban, Nawiya, mengatakan, sebenarnya Robi sudah lama menderita sejumlah penyakit. Di antaranya, infeksi lambung, ginjal, darah tinggi. Namun, dia tetap berangkat ke Kota Pasuruan dengan becak satu-satunya itu.
”Yang paling sering menjerit karena penyakit ginjalnya. Selalu bilang sakit di pinggangnya,” ujar perempuan 50 tahun tersebut.
Kepala SPKT Polres Pasuruan Kota Aibtu Sudirman mengatakan, kondisi keluarga (korban) ini memang kurang mampu. Robi memutuskan tetap bekerja demi kelangsungan hidup keluarganya.
”Kasihan sekali. Satu-satunya pekerjaannya jadi tukang becak itu,” jelasnya. (mg/far) Editor : Jawanto Arifin