Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Menara Pet Ledeng Perlu Sentuhan, Tahun Depan Rencana Dicat

Jawanto Arifin • Senin, 12 Desember 2022 | 19:02 WIB
PENUH HISTORI: Menara air atau pet ledheng di Jalan Alun-alun Utara yang jadi bagian cagar budaya. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
PENUH HISTORI: Menara air atau pet ledheng di Jalan Alun-alun Utara yang jadi bagian cagar budaya. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo - Hampir semua sudut di kawasan Alun-alun kota Pasuruan berubah. Wajah baru mulai terlihat setelah kawasan itu dikepung beberapa proyek pembangunan wisata religi terintegrasi. Kecuali salah satu bangunan kuno yang memang belum mendapat sentuhan.

Berbeda dengan kawasan sekitarnya. Bekas gedung perkantoran di sisi utara alun-alun yang sudah disulap menjadi amphitheater dan gedung tourism information center. Namun tidak dengan bangunan menara air atau pet ledeng yang tinggi menjulang.

Peninggalan konstruksi di zaman penjajahan Belanda itu belum menunjukkan perubahan. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan Basuki mengatakan, dalam proyek pembangunan gedung amphitheater memang tidak ada item pekerjaan yang mencakup menara pet ledeng.

Namun bukan berarti bangunan cagar budaya itu akan dibiarkan tak terurus. Kendati secara fungsi bangunan tersebut memang sudah tidak terpakai sejak lama.

”Tetap akan mendapatkan perhatian nanti tetapi memang tidak persamaan dengan pekerjaan amphitheater pada tahun ini,” kata Basuki. Dia juga sepakat bila menara pet ledeng dibiarkan seperti sekarang akan membuat wajah baru kawasan alun-alun tidak seimbang.

”Sementara yang lain sudah bagus sudah, dipercantik. Nah kalau (menara pet ledeng) dibiarkan malah kan kurang menarik akhirnya,” ujarnya.

Untuk itu dinasnya berencana memberikan beberapa sentuhan terhadap bangunan menara pet ledeng. Agar kondisinya lebih menarik dilihat. Apalagi bangunan itu cukup ikonik. Dari sisi historis benar apa ledeng juga menjadi saksi bagaimana sistem distribusi air di perkotaan semasa kolonial.



”Sudah kami rencanakan agar pet ledeng nanti bisa dipercantik. Menyesuaikan kawasan alun-alun,” bebernya.

Namun dia juga memahami bahwa setiap objek cagar budaya memerlukan perlakuan khusus. Karena itu menara pet ledeng hanya akan dipercantik. Tetapi tanpa merubah konstruksi bangunannya. Basuki menyebut rencana itu sudah masuk dalam usulan tahun depan.

”Mungkin hanya dengan mengecatnya dan memberikan perpaduan lampu-lampu hias. Kami tidak mungkin mengubah bentuk gedung yang statusnya cagar budaya,” ungkap Basuki. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin
#menara air kota pasuruan #bangunan cagar budaya