Penghargaan itu diberikan dalam acara evaluasi pelaksanaan anggaran tahun 2022 dan arah kebijakan pengelolaan keuangan dan BMN tahun 2023. Dengan tema "Mewujudkan pengelolaan anggaran yang profesional, transparansi, akuntabel dalam meningkatkan penanganan pertanahan kepada masyarakat." Lokasinya di hotel Hilton Garden, Jakarta pada 30 November - 2 Desember lalu.
Sulam Samsul, Kepala BPN Kabupaten Pasuruan mengatakan, pihaknya mendapatkan kategori realisasi penerimaan terhadap Target PNBP per Agustus 2022 peringkat 1. Yakni dengan perolehan mencapai 109 persen dari target.
"Kami bersyukur dengan perolehan ini. Tentunya penghargaan yang kami terima ini bisa memompa kinerja dari pada seluruh pegawai," katanya.
Ia menjelaskan, minat masyarakat Pasuruan untuk mendaftarkan asetnya cukup tinggi. Per bulannya ada sekitar 3.000 sampai 3.250 bidang. Bisa dibayangkan, hingga akhir Desember nanti, jumlahnya akan terus bertambah.
"Upaya kami meningkatkan PNBP tentu terus kami tingkatkan. Caranya dengan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat," terangnya.
Sulam menjelaskan, tiga tahun terakhir pencapaian realisasi target PNBP selalu terpenuhi. Bahkan selalu surplus. Pada 2020 misalnya, pihaknya dapat kebagian target sekitar Rp 4.427.084.405. Realisasinya sebesar Rp 5.006.160.679 atau 113,08 persen. Pada 2021 pihaknya dapat jatah target yang lebih sedikit yakni sebesar Rp 3.630.923.545 dan realisasinya sebesar Rp 7.983.565.846 atau 219,88 persen.
"Untuk tahun ini sekitar Rp 7.016.540.000. Realisasinya mencapai Rp 7.962.195.632 atau 113,48 persen," tandasnya.
Pendaftara yang ada di kantornya terdapat dua jalur. Yakni dari pembiayaan program pemerintah dan pendaftaran sporadis. Yang menghasilkan PNBP adalah pendaftaran sporadis. Seperti peralihan hak karena jual beli, hibah, waris, pembagian hak bersama dan pendaftaran tanah pertama kali penegasan konversi, pemberian hak atas tanah maupun pemecahan sertipikat dan lain-lain. (sid/*) Editor : Jawanto Arifin