Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Buk Wedi Perlu Ditinggikan, Normalisasi Kali Petung Tak Jamin Bebas Banjir

Jawanto Arifin • Selasa, 29 November 2022 | 18:00 WIB
ANGKUT SEDIMEN: Normalisasi di Buk Wedi untuk mengurangi endapan. (Foto: M. Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
ANGKUT SEDIMEN: Normalisasi di Buk Wedi untuk mengurangi endapan. (Foto: M. Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
BUGUL KIDUL, Radar Bromo - Kondisi Kali Petung yang dinormalisasi belum menjamin tidak akan terjadi banjir lagi. Sebab, meski dasar sungai telah dikeruk, air bah masih menyentuh bibir jembatan jika sedang tinggi. Perlu peninggian jembatan.

Senin (28/11), pengerukan masih berlangsung di sungai yang masuk wilayah Kelurahan Blandongan, Kota Pasuruan, tersebut. Arus sungai terlihat tinggi. Menyentuh bibir bawah jembatan. Air sungai berwarna keruh dan membawa material sampah. Misalnya, alang-alang dan sampah lain yang tersangkut di jembatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan Samsul Hadi menjelaskan, debit air sungai semakin lama semakin meningkat. Sampah sudah menyangkut di jembatan. Untungnya arus air tidak sampai meluber ke jalan raya.

”Sekitar satu jam, Sungai Petung itu penuh,” ujarnya.

Sudah berkali-kali Sungai Petung mengalami banjir. Di wilayah Buk Wedi itu pun juga sering diwaspadai. Sebab, kondisi sungai bagian bawah Buk Wedi itu sempit. Debit air yang tinggi menjadi kekhawatiran terjadinya banjir.

Teknisi SDA PUPR Kota Pasuruan Abdul Rohman mengatakan, selain dibuang ke TPA, kerukan tanah hasil normalisasi itu dibawa ke gudang PUPR Kota Pasuruan. Agar tidak menumpuk di TPA Blandongan.

”Tanahnya kan banyak. Satu truk saja bisa menumpuk, apalagi belasan kali,” ujarnya.



Kepala UPT Pengelolaan SDA Wilayah Sungai Welang-Pekalen di Pasuruan Anton Darma mengatakan, Sungai Petung membutuhkan normalisasi, terutama di wilayah sekitar Buk Wedi. Kondisi sungai yang sempit serta seringnya banjir membuat sungainya semakin lama semakin dangkal.

Menurut Anton, kebutuhan normalisasi Kali Petung dari jembatan Buk Wedi sampai muara sungai sekitar 4 kilometer sampai 5 kilometer. Namun, realisasinya masih sekitar 2 kilometer. ”Kami utamakan di jembatan dulu,” ujarnya.

Anton Darma menambahkan, kondisi sungai di bawah jembatan Buk Wedi memang sempit. Dinormalisasi saja tidaklah cukup. Sebab, banjir tidak akan datang hanya sekali. PU SDA Jatim mengusulkan peninggian jembatan.

Anton mengaku dinasnya sudah merancang normalisasi dengan matang dan melaksanakannya. Namun, jika hanya dinormalisasi, keadaannya tidak akan berubah. Khususnya sekitar Buk Wedi. Peninggian jembatan mungkin solusi untuk mengatasi arus banjir.

Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali Wahyu Wibowo mengatakan, sekitar setahun lalu, pihaknya mengajukan peninggian jembatan Buk Wedi ke Kementerian Pekerjaan Umum.

Menurut Wahyu, entah ditinggikan atau bagaimana kebijakannya, keputusannya ada di bagian perencanaan kementerian. Karena kondisi sungai semakin dangkal, jembatan itu memang harus ditinggikan. (mg/far) Editor : Jawanto Arifin
#normalisasi sungai #peninggian jembatan #kali petung #banjir pasuruan #jembatan buk wedi