Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemkot Pasuruan Ajukan Rp 7,5 Miliar untuk Kawasan Industri Logam

Jawanto Arifin • Kamis, 17 November 2022 | 21:03 WIB
TRADISIONAL: Seorang perajin logam di Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, menggarap pesanan konsumen, beberapa waktu lalu. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
TRADISIONAL: Seorang perajin logam di Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, menggarap pesanan konsumen, beberapa waktu lalu. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Pemkot Pasuruan terus berupaya mengembalikan kejayaan sektor industri. Kini, sasarannya pengembangan kawasan industri logam di Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo.

Sebelumnya, Pemkot telah merevitalisasi Pasar Mebel Bukir menggunakan dana alokasi khusus. Kini, kembali mengusulkan anggaran dengan nilai yang tidak kalah besar. Belum lama ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengajukan sekitar Rp 7,5 miliar ke Kementerian Perindustrian.

Anggaran ini yang rencananya akan digunakan untuk mengembangkan kawasan industri logam. Dana ini diperlukan agar kawasan industri logam semakin berkembang. Mengingat, selama ini Kota Pasuruan juga memiliki potensi dalam sektor industri tersebut. “Perlu pengembangan supaya sektor industri logam ini punya daya saing,” ujar Kepala Bidang Perindustrian di Disperindag Kota Pasuruan Sugiyanto.

Ia menjelaskan, anggaran yang diajukan rencananya akan digunakan untuk merevitalisasi kantor industri logam di Kelurahan Ngemplakrejo. Serta, akan melengkapinya dengan beberapa mesin penunjang industri logam. Meski tidak sepenuhnya anggaran dipakai untuk kegiatan fisik.

Ada dua. Pertama sekitar Rp 4,5 miliar untuk kegiatan fisik. Seperti kantor UPT termasuk pengadaan mesin-mesin. Sisanya, Rp 3 miliar akan digunakan untuk kegiatan nonfisik. Seperti, pelatihan bagi para pelaku industri logam.

Pihaknya juga menyusun rencana kegiatan pelatihan. Agar benar-benar sesuai kebutuhan para pelaku industri logam. “Jadi, pengembangannya nanti seimbang. Kebutuhan mesinnya terpenuhi, kemampuan pelaku usahanya juga dilatih,” jelasnya. (tom/rud) Editor : Jawanto Arifin
#perajin logam #umkm kota pasuruan