Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ini Potensi Bencana yang Rawan Terjadi di Kota Pasuruan

Jawanto Arifin • Rabu, 16 November 2022 | 19:20 WIB
MAKIN SERING: Banjir rob yang kerap terjadi di wilayah pesisir Kota Pasuruan. (Foto: Istimewa)
MAKIN SERING: Banjir rob yang kerap terjadi di wilayah pesisir Kota Pasuruan. (Foto: Istimewa)
PASURUAN, Radar Bromo - Potensi risiko bencana di Kota Pasuruan turun pada 2022 ini. Jika pada 2021 ada sembilan, tahun ini hanya ada delapan potensi risiko.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan mendata, pada 2022 ini, potensi risiko bencana meliputi banjir, gempa bumi, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, likuefaksi, kebakaran gedung dan permukiman, epidemi dan wabah penyakit, serta tsunami.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Pasuruan Syamsul Hadi mengatakan, setiap tahun, BPBD melakukan kajian penghitungan potensi risiko ancaman bencana. Pada tahun ini, jumlah risiko ancaman bencana menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

”Untuk tahun ini ada delapan. Berkurang satu dari 2021 lalu," katanya Selasa (15/11) siang.

Menurut Syamsul, pada 2021, ada potensi ancaman kekeringan. Namun, hingga tutup tahun, potensi tersebut tak terjadi. "Yang namanya potensi tidak selalu terjadi. Tapi, kami harus melakukan pemetaan tentunya," katanya.

Mengenai penanganan kebencanaan, lanjut Syamsul, di Kota Pasuruan sudah dibentuk kelurahan-kelurahan tangguh bencana. Ada total 16 yang sudah terbentuk. Setiap tahun, BPBD mengadakan pelatihan dan simulasi penanganan banjir dan kebakaran. Tujuannya, membekali masyarakat agar cepat dan tanggap ketika ada bencana.

"Yang belum akan kami latih juga. Sehingga nanti semakin banyak yang telah dilatih dan paham berkaitan kebencanaan," tandasnya.



Pada 2023, BPBD juga bakal melakukan pelatihan kembali untuk enam kelurahan. Ini terus dilakukan hingga nanti semua kelurahan di Kota Pasuruan mendapatkan pelatihan.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Timur memprakirakan, dalam sepekan ke depan, cuaca ekstrem akan melandai di Jatim. Terutama, Kota Pasuruan.

Namun, Kalaksa BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi berharap masyarakat tetap waspada. Sebab, berdasar analisis kondisi iklim saat ini, wilayah Jatim berada pada musim hujan. Kondisi dinamika atmosfer cukup signifikan berpotensi mengakibatkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di Kota Pasuruan. Berdasar prakiraan BMKG, itu bisa terjadi periode 14 sampai 20 November 2022.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi. Selalu memantau perkembangan informasi peringatan dini tiga harian dan peringatan dini dua hingga tiga hari ke depan serta informasi terkini. (sid/mg/far)

 

Ancaman Bencana di Kota Pasuruan

Sumber: BPBD Kota Pasuruan Editor : Jawanto Arifin
#rawan bencana #bpbd kota pasuruan