Untuk mengurangi jumlah anak dengan gizi buruk, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan berupaya memberi penanganan sejak dini. Itu sudah dilakukan sejak tahun 2021.
“Kami menelusuri anak di setiap Posyandu kelurahan. Jika berat badannya tidak berkembang, kami langsung cek,” ujar staf bagian gizi di Dinkes Kota Pasuruan M. Amma Yasifun.
Amma menjelaskan, anak yang mengalami gizi buruk diberi bantuan makanan sehat. Lalu anak ditangani secara khusus dan seminggu sekali kondisi tubuhnya dicek.
Seperti PF, 20 bulan, warga Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo. Zh –panggilannya-, awalnya berat badannya 5 kilogram. Setelah ditangani beratnya bertambah mencapai 6,15 kilogram.
“Anak ini memang sudah mengalami gizi buruk sejak berada dalam kandungan. Ibunya mengalami penyakit TB,” ujarnya.
Amma mengaku sejak anak itu lahir sudah ditangani oleh Dinkes Kota Pasuruan. Pihaknya selalu memberikan bantuan makanan bergizi. Seperti susu dan biskuit.
Lurah Bugul Lor Riela Machfida Taurusia membenarkan hal itu. Menurutnya, Zh memang sudah lama mendapat penanganan dari Dinkes Kota Pasuruan. Juga dapat penanganan dari kelurahan, sehingga kondisinya berkembang.
Salah satu warga, Moch Mansur menyatakan, Zh memang sudah dapat penanganan dari Dinkes Kota Pasuruan. Namun, kenaikan gizi anak ini lambat. Selama ini tidak terlihat ada peningkatan. Selain itu, anak ini juga belum bisa jalan. “Ibunya mengadu ke saya minta tolong,” ungkapnya. (mg/hn) Editor : Ronald Fernando