Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kasus Anak Gizi Buruk di Kota Pasuruan Menurun

Ronald Fernando • Rabu, 16 November 2022 | 01:17 WIB
Photo
Photo
PASURUAN, Radar Bromo – Meski masih ada kasus gizi buruk pada anak di Kota Pasuruan, namun angkanya sebenarnya menurun. Pada tahun 2022, ada 37 anak menderita gizi buruk. Sementara tahun 2021, mencapai 50 anak.

Untuk mengurangi jumlah anak dengan gizi buruk, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan berupaya memberi penanganan sejak dini. Itu sudah dilakukan sejak tahun 2021.

“Kami menelusuri anak di setiap Posyandu kelurahan. Jika berat badannya tidak berkembang, kami langsung cek,” ujar staf bagian gizi di Dinkes Kota Pasuruan M. Amma Yasifun.

Amma menjelaskan, anak yang mengalami gizi buruk diberi bantuan makanan sehat. Lalu anak ditangani secara khusus dan seminggu sekali kondisi tubuhnya dicek.

Seperti PF, 20 bulan, warga Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo. Zh –panggilannya-,  awalnya berat badannya 5 kilogram. Setelah ditangani beratnya bertambah mencapai 6,15 kilogram.

“Anak ini memang sudah mengalami gizi buruk sejak berada dalam kandungan. Ibunya mengalami penyakit TB,” ujarnya.

Amma mengaku sejak anak itu lahir sudah ditangani oleh Dinkes Kota Pasuruan. Pihaknya selalu memberikan bantuan makanan bergizi. Seperti susu dan biskuit.

Lurah Bugul Lor Riela Machfida Taurusia membenarkan hal itu. Menurutnya, Zh memang sudah lama mendapat penanganan dari Dinkes Kota Pasuruan. Juga dapat penanganan dari kelurahan, sehingga kondisinya berkembang.

Salah satu warga, Moch Mansur menyatakan, Zh memang sudah dapat penanganan dari Dinkes Kota Pasuruan. Namun, kenaikan gizi anak ini lambat. Selama ini tidak terlihat ada peningkatan. Selain itu, anak ini juga belum bisa jalan. “Ibunya mengadu ke saya minta tolong,” ungkapnya. (mg/hn) Editor : Ronald Fernando
#gizi buruk kota pasuruan #pemkot pasuruan