Kepala Disperpusip Kota Pasuruan Titrit S. Nimpuna mengatakan bahwa ada beberapa foto sejarah Kota Pasuruan yang didapat dari Arsip Nasional Republik Indonesia saat datang ke sana Maret lalu yang sudah direpro agar kondisi foto bisa lebih besar dan tajam. Selain itu juga ada pembagian buku citra daerah Pasuruan kepada kepala sekolah SD dan SMP di Kota Pasuruan.
“Tujuan kami agar citra daerah mampu disosialisasikan juga kepada generasi muda agar mengerti terkait sejarah di Kota Pasuruan,” ujarnya.
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengapresiasi kegiatan Disperpusip Kota Pasuruan yang mengangkat dan menyosialisasikan sejarah kebesaran Kota Pasuruan pada masa silam. Khususnya saat Kota Pasuruan menjadi pusat perdagangan komoditi perkebunan lewat Pelabuhan Tanjung Tembikar.
“Kota Pasuruan pernah menjadi pusat perdagangan komoditi perkebunan, pertanian di Pelabuhan Tanjung Tembikar. Sisa situs peninggalannya masih bisa kita saksikan sampai hari ini di sejumlah tempat,” ujarnya. Dengan warisan tempat-tempat yang masih ada saat ini, pentingnya sejarah ini akan menjadi kekuatan destinasi wisata sejarah. Baik bagi turis, anak sekolah dan sebagainya.
Dalam pameran juga diumumkan juara lomba Tertib Arsip antar Perangkat Daerah yaitu juara pertama diraih oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, kedua oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) dan juara ketiga oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Juga ada pengumuman pemenang lomba arsip foto dan narasi sejarah oleh warga Kota Pasuruan.
Dalam pameran kemarin, Wali Kota Pasuruan bersama Wakil Wali Kota dan Sekretaris Daerah juga menyempatkan berdiskusi bersama pemerhati arsip dan sejarah Kota Pasuruan dan disusul melihat Pameran Foto Arsip Kota Pasuruan. (*) Editor : Jawanto Arifin