Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan Gustap Purwoko mengatakan, pembangunan wisata kuliner tidak lepas dari potret kawasan pelabuhan itu sendiri. Pasalnya belakangan geliat ekonomi di kawasan pelabuhan cukup potensial. Tidak sedikit warga setempat yang membuka usaha di sana.
“Dengan pertimbangan itu sehingga setelah dilakukan studi kelayakan memang kawasan pelabuhan kita ini punya daya tarik kalau dijadikan kawasan wisata kuliner," kata Gustap.
Pembangunan kawasan wisata kuliner sendiri sekarang ini mulai digarap. Proyek didanai APBD dengan nilai Rp 601 juta tersebut akan memberikan ruang bagi para pelaku usaha. Sehingga penataan kawasan tersebut nantinya lebih tertib. Ditunjang dengan akses jalan yang memadai.
“Untuk pengembangan wisata kuliner ini kami rencanakan selesai dalam 80 hari. Tidak sampai tiga bulan karena memang pertimbangan waktu yang sudah mendekati sisa tahun anggaran,“ bebernya.
Selain membangun kawasan wisata kuliner, pihaknya juga membenahi gedung Kantor Pelayanan Pelabuhan Pasuruan (KP3) yang sudah lama tak terawat. Dengan begitu, penataan kawasan pelabuhan bisa lebih seimbang.
“Tahap awal ini memang baru beberapa tempat yang bisa digunakan sebagai food center. Tetapi pengembangan dalam jangka panjang tetap dilakukan,“ jelasnya. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin