Penutupan itu berlaku sejak 9 Oktober hingga 15 Oktober dan akan diperpanjang hingga sepekan ke depan. Kepala UPT Tahura R. Soerjo Ahmad Wahyudi mengatakan, penutupan jalur pendakian berlaku di semua pos izin pendakian. Baik di Tretes, Prigen maupun Tambakwatu, Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Termasuk pos izin di Lawang, Kabupaten Malang dan Sumber Brantas, Kota Batu.
Salah satu pertimbangannya adalah rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika tentang adanya cuaca ekstrem bersamaan dengan awal musim hujan. Puncak gunung rawan badai. Jalur puncak gunung juga rawan pohon tumbang dan tanah longsor.
”Ini demi kebaikan bersama, terutama keselamatan para pendaki,” ungkap Wahyudi. Dia mengimbau para pendaki untuk bersabar dulu. Tidak melakukan pendakian selama penutupan sementara berlangsung. (zal/far) Editor : Jawanto Arifin