Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ratusan Ribu Jamaah Datang ke Haul Mbah Hamid ke-41

Jawanto Arifin • Kamis, 6 Oktober 2022 | 15:28 WIB
Photo
Photo
PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Sejumlah tokoh nasional dan ratusan ribu jamaah menghadiri haul ke-41 KH. Abdul Hamid bin Abdulloh Umar, Rabu (5/10) di Kota Pasuruan. Kota Pasuruan pun penuh sesak dengan jamaah. Semuanya datang dengan tujuan sama. Untuk ngalap berkah dan mencari barokah dari Kiai Hamid.

Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas misalnya. Dalam sambutannya mengaku, dirinya sengaja menghadiri haul untuk ngalap berkah dari Kiai Hamid. Juga mengharapkan ketenangan dari haul Kiai Hamid.

Photo
Photo
SEJUK: KH Bahauddin Nursalim dari Rembang yang mengisi ceramah di acara haul. (Foto: M. Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

“Saya berharap mendapatkan berkah dari haul ini. Semoga dengan hadir di sini semata-mata bisa mendapatkan berkah dan ilmu bekal selama kami menjabat dan menunaikan tugas sehari-hari,” ujarnya.

Selain Menteri PAN-RB, hadir juga sejumlah pejabat daerah. Ada Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, Bupati Sidoarjo, Bupati Lumajang, dan Bupati Tulungagung. Hadir juga jajaran pengurus PB NU, kiai, ulama, dan habaib.

Selama haul kemarin, ada mau'idhoh hasanah atau dakwah yang diberikan ulama dan kiai sepuh. Salah satunya kiai sepuh KH. Prof. Dr. Muhammad Sukron Makmun dan Ketua PB NU KH. Yahya Cholil Staquf, Wakil Ketua PB NU KH. Zulfa Mustofa hingga juga KH. Bahauddin Nursalim (Gus Baha) dari Rembang, Jawa Tengah.



Selain untuk ngalap berkah, sejumlah tokoh dalam mau’idhoh hasanah yang diberikan mengajak jamaah untuk mencontoh keteladanan Kiai Hamid. Kiai sepuh KH. Prof. Dr. Muhammad Sukron Makmun misalnya, menceritakan kisahnya saat bertemu dengan Kiai Hamid. Kiai Sepuh juga pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta, itu mengatakan, dirinya selalu minta nasihat dari Kiai Hamid saat bertemu. Salah satu nasihat yang terus diingatnya sampai saat ini adalah tidak memilih tempat untuk berdakwah.

“Kata beliau, ojo milih undangan (dakwah). Misalnya karena undangan dari kementerian diambil dan undangan dari kampung ditolak,” tuturnya.

Photo
Photo
NGALAP BERKAH: Menpan-RB Abdullah Azwar Anas yang menjadi tamu. (Foto: M. Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Sementara Ketua Umum PB NU KH Yahya Cholil Staquf mengajak agar warga NU mampu bertanggung jawab dan membantu jamaah NU dan harus memelihara kesatuan Republik Indonesia. “Karena NU ikut mendirikan Republik Indonesia, sehingga warga NU harus membantu dan melayani jamaah NU. Tapi, juga bertanggung jawab untuk keutuhan NKRI,” pesannya.

Selain itu, dia mengajak jamaah untuk mencontoh keteladanan KH Abdul Hamid. Karena sebagai Wali Masyur bisa memberikan ketenangan kepada jamaahnya dalam keadaan apapun.

Haul sendiri dimulai sejak pukul 06.00 diawali dengan pembacaan Surat Alfatihah sebanyak 100 kali dan diikuti rangkaian haul. Juga ada pembacaan Manaqib Almaghfurlah KH. Abdul Hamid bin Abdulloh Umar oleh KH. M. Idris Hamid sebagai pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah dan Bayt Al Hikmah.



Tercatat ada kurang lebih 200 ribu jamaah dari berbagai daerah dan luar pulau yang sudah hadir sejak H-1. Kendati banyak mobil dan bus yang sudah memadati sejak malam hari, namun kondisi pengaturan parkir dan sebagainya berjalan tertib. Sehingga peringatan haul dapat berjalan khidmat dan lancar sampai pukul 12.00.

Bagi warga Kota Pasuruan, ada sebanyak 30 sound system yang tersebar di titik-titik Kota Pasuruan. Walhasil, Haul KH. Abdul Hamid ini bisa diikuti seluruh warga Kota Pasuruan. Termasuk bagi warga di luar Kota Pasuruan bisa mengikuti secara online via YouTube Radio Ramapati Pasuruan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Pasuruan.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan, dari Pemkot Pasuruan mengerahkan semua tenaga untuk terselenggaranya Haul KH. Abdul Hamid. Ada lebih dari 1.500 personel baik dari Polresta Pasuruan, Kodim, Yonzipur, Satpol PP, Dishub, dan Sahabat Banser yang sudah berjaga sejak 3 hari yang lalu dan ingin membantu terselenggaranya Haul KH. Abdul Hamid.

Photo
Photo
NGIUP: Jamaah yang berteduh di depan sebuah toko di Jalan Wahid Hasyim. (Foto: M. Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

“Tiap tahun jumlah jamaah yang hadir terus meningkat, dan kita semua bersyukur bisa berkumpul satu majelis bersama orang-orang saleh dan mengharapkan bimbingan dan doa-doa yang penuh berkah,” ujar Gus Ipul.

Muhammad Mujtahidil Ahkam, salah satu panitia pelaksana haul Kiai Hamid memperkirakan, sekitar 200 ribu jamaah hadir dalam haul tahun ini. Panitia pun menyiapkan jumlah makanan untuk sekitar 200 ribu jamaah, sesuai dengan prediksi dibandingkan tahun sebelumnya.



“Jamaah perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Hal itu juga analisis dari panitia, jika tak percaya coba hitung sendiri,” katanya.

Gus Kholil, keluarga Pondok Pesantren Salafiyah Kota Pasuruan menambahkan, jumlah tamu undangan Very Important Person (VIP) saja ada 10.500. Jumlah 10.500 itu hanya di lokasi haul. Belum lagi jumlah jamaah yang duduk di jalan dan di gang.

“Jumlah 200 ribu jamaah itu wajar. Memang setiap tahun tambah banyak yang datang,” katanya. (mg/hn) Editor : Jawanto Arifin
#haul kh abdul hamid #pemkot pasuruan