Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jamaah Haul Kiai Hamid Mulai Berdatangan, Ada yang Pakai Kapal

Ronald Fernando • Rabu, 5 Oktober 2022 | 17:25 WIB
SEBERANGI PULAU: Salah satu jamaah Haul KH Abdul Hamid dari Sampang, Madura mulai datang, Rabu (4/10). Mereka naik kapal selama empat jam menuju Kota Pasuruan. (Mokhammad Zubaidillah/ Radar Bromo)
SEBERANGI PULAU: Salah satu jamaah Haul KH Abdul Hamid dari Sampang, Madura mulai datang, Rabu (4/10). Mereka naik kapal selama empat jam menuju Kota Pasuruan. (Mokhammad Zubaidillah/ Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo–Haul KH. Abdul Hamid akan digelar Kamis ini (5/10). Mulai kemarin (4/10), peserta haul pun berdatangan. Di antaranya, puluhan warga pulau Gili Mandangin, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura .

Mereka tiba di Pelabuhan Pasuruan dengan naik kapal selama sekitar 4 jam. Lalu naik becak, ojek dan kendaraan lain ke lokasi haul.

Rohman, 51, salah seorang warga Gili Mandangin mengaku rutin menghadiri haul Mbah Hamid sejak 2003. Ia memang sengaja datang untuk mencari berkah.

"Saya datang bersama istri. Juga ada tetangga yang rutin hadir. Jumlahnya sekitar 50 orang," kata pria yang kemarin bersarung dan berpakaian hitam tersebut.

Bukan hanya dia. Tiap tahun menurutnya, ada empat kapal yang rutin mengantar jamaah. Tetapi tahun ini hanya satu kapal.

"Nelayan sedang paceklik di daerah kami. Jadi yang datang berkurang. Biasanya empat kapal. Sekarang cuma satu kapal,” tuturnya.

Menurutnya, mayoritas yang rutin hadir adalah alumni pondok salafiah. Juga wali santri yang mondok di pondok tersebut. "Kalau saya bukan alumni. Yang alumni istri saya," ungkapnya.

Para jamaah sendiri disediakan beberapa penginapan. Salah satunya di pendapa Kabupaten Pasuruan. Sengaja, pemerintah daerah memfasilitasi, karena banyak jamaah yang datang dari luar daerah.

Selain dari Gili Mandangin, kemarin (4/10) sore banyak jamaah yang mulai berdatangan. Mereka berziarah terlebih dulu ke makam Mbah Hamid. Baru mengikuti kegiatan mulai tadi malam.

Sementara itu, Pemkot Pasuruan meliburkan seluruh pegawainya hari ini. Pemkot menetapkan hari haul KH Abdul Hamid sebagai hari libur lokal seluruh ASN dan nonASN di Kota Pasuruan. Termasuk seluruh sekolah di kota Pasuruan.

Ketentuan libur dikecualikan bagi pegawai OPD yang melakukan pelayanan langsung pada masyarakat. Seperti rumah sakit, dinas kesehatan, puskesmas, dinas perhubungan, BPBD, dan Satpol PP.

"Kepala OPD diinstruksikan melarang pegawainya keluar kota kecuali ada izin tertulis dan meminta pegawai mengikuti kegiatan haul," kata Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf.

Persiapan haul itu sendiri sudah matang. Mulai lokasi haul, parkir jemaah, hingga lokasi pedagang sudah diatur. Pemkot juga akan menyediakan videotrone di beberapa titik. Seperti di alun-alun, Jalan Jawa, dan Jalan Wachid Hasyim untuk membantu jamaah bisa mengikuti jalannya haul.

Rencananya haul ke-41 KH Abdul Hamid akan dihadiri sejumlah tokoh nasional. Yakni, Menpan RB Azwar Anas, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, pengasuh Ponpes Bumi Sholawat KH Ali Masyhuri. (sid/hn) Editor : Ronald Fernando
#kiai hamid pasuruan #haul kiai hamid