Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Thoriq Residivis, Sudah Bolak-balik Masuk Penjara karena Kasus Ini

Jawanto Arifin • Rabu, 28 September 2022 | 14:21 WIB
RESIDIVIS: Sebelum aksinya yang membuat geger, Thoriq baru keluar dari penjara tujuh bulan lalu. (Foto: M. Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
RESIDIVIS: Sebelum aksinya yang membuat geger, Thoriq baru keluar dari penjara tujuh bulan lalu. (Foto: M. Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
REMBANG, Radar Bromo - Thoriq pelaku penganiayaan dan penyekapan terhadap ibunya sendiri, bukan orang baru di dunia hitam. Ia merupakan seorang residivis sejumlah kasus kejahatan. Berulang kali dia masuk penjara. Namun ternyata, tak serta merta membuatnya sadar. Ia malah menjadi “gila”. Hingga tega menyekap dan menganiaya ibu kandungnya, Sakinah.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, tersangka pernah tiga kali masuk penjara. Pernah dipenjara karena kasus pembegalan, tersangka tak serta merta bertaubat.

Malah setelah keluar, ia kembali beraksi. Dengan melakukan penganiayaan terhadap warga. Yakni dengan melakukan pembacokan. Ia pun kembali harus tinggal di balik jeruji tahanan. Terakhir, ia ditahan karena kasus pencurian.

Photo
Photo
PENUH PERJUANGAN: Petugas memakai jaring untuk menyergap Thoriq. (Foto: M. Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Terakhir Thoriq keluar dari penjara tujuh bulan yang lalu. Kepulangannya tak serta merta disambut baik oleh pihak keluarga. Malah pihak keluarganya memilih mengungsi dari rumah mereka yang ada di Desa Tampung. Termasuk ibu kandungnya, yang merupakan korban penganiayaan pelaku.

Ibu korban, Sakinah, diungsikan oleh keluarganya yang lain. “Dia anak terakhir, dari lima bersaudara,” kata Rokhim, kerabat pelaku.



Rokhim mengaku, kalau Sakinah memilih pulang ke rumahnya dan memilih tinggal bersama Thoriq karena merasa rindu. Meski sebenarnya ia sempat dilarang. Namun, larangan oleh anak-anaknya yang lain itu, tak mampu membendung keinginannya.

Sakinah tinggal di rumahnya tersebut selang beberapa hari terakhir. Nah, masalah itu pun muncul, tiga hari terakhir. Sakinah disekap, dianiaya bahkan tidak diberi makan oleh pelaku. Hal itu sejatinya membuat kesal.

“Kasian (Sakinah, red). Tidak diberi makan, disekap dan dipukuli,” akunya.

https://radarbromo.jawapos.com/daerah/pasuruan/28/09/2022/sekap-aniaya-ibu-kandung-acungkan-celurit-thoriq-akhirnya-ditembak/

Karena itulah, langkah kepolisian dalam mengamankan pelaku, mendapat apresiasi dari sejumlah masyarakat. Munif, warga Tampung, misalnya. Ia memandang, langkah kepolisian dengan melumpuhkan pelaku, memang harus dilakukan. Agar tidak sampai memicu korban. “Ia memang dikenal nekat. Karena itu, tindakan tegas memang dibutuhkan,” bebernya.

Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Adhi Putranto menuturkan, tersangka memang seorang residivis. Ia beberapa kali keluar masuk penjara.



Ia pun belum memastikan. Motif kejahatan pelaku saat ini. Apakah karena obat-obatan terlarang atah hal lainnya. “Pelaku dikenal orang yang nekat dan tak segan melukai orang. Makanya, kami lumpuhkan untuk menghindari korban,” jelasnya. (one/fun)

https://www.youtube.com/watch?v=jal4OtI-TB4 Editor : Jawanto Arifin
#residivis ngamuk dan sekap ibu #polsek rembang