Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, tersangka pernah tiga kali masuk penjara. Pernah dipenjara karena kasus pembegalan, tersangka tak serta merta bertaubat.
Malah setelah keluar, ia kembali beraksi. Dengan melakukan penganiayaan terhadap warga. Yakni dengan melakukan pembacokan. Ia pun kembali harus tinggal di balik jeruji tahanan. Terakhir, ia ditahan karena kasus pencurian.
Terakhir Thoriq keluar dari penjara tujuh bulan yang lalu. Kepulangannya tak serta merta disambut baik oleh pihak keluarga. Malah pihak keluarganya memilih mengungsi dari rumah mereka yang ada di Desa Tampung. Termasuk ibu kandungnya, yang merupakan korban penganiayaan pelaku.
Ibu korban, Sakinah, diungsikan oleh keluarganya yang lain. “Dia anak terakhir, dari lima bersaudara,” kata Rokhim, kerabat pelaku.
Rokhim mengaku, kalau Sakinah memilih pulang ke rumahnya dan memilih tinggal bersama Thoriq karena merasa rindu. Meski sebenarnya ia sempat dilarang. Namun, larangan oleh anak-anaknya yang lain itu, tak mampu membendung keinginannya.
Sakinah tinggal di rumahnya tersebut selang beberapa hari terakhir. Nah, masalah itu pun muncul, tiga hari terakhir. Sakinah disekap, dianiaya bahkan tidak diberi makan oleh pelaku. Hal itu sejatinya membuat kesal.
“Kasian (Sakinah, red). Tidak diberi makan, disekap dan dipukuli,” akunya.
https://radarbromo.jawapos.com/daerah/pasuruan/28/09/2022/sekap-aniaya-ibu-kandung-acungkan-celurit-thoriq-akhirnya-ditembak/
Karena itulah, langkah kepolisian dalam mengamankan pelaku, mendapat apresiasi dari sejumlah masyarakat. Munif, warga Tampung, misalnya. Ia memandang, langkah kepolisian dengan melumpuhkan pelaku, memang harus dilakukan. Agar tidak sampai memicu korban. “Ia memang dikenal nekat. Karena itu, tindakan tegas memang dibutuhkan,” bebernya.
Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Adhi Putranto menuturkan, tersangka memang seorang residivis. Ia beberapa kali keluar masuk penjara.
Ia pun belum memastikan. Motif kejahatan pelaku saat ini. Apakah karena obat-obatan terlarang atah hal lainnya. “Pelaku dikenal orang yang nekat dan tak segan melukai orang. Makanya, kami lumpuhkan untuk menghindari korban,” jelasnya. (one/fun)
https://www.youtube.com/watch?v=jal4OtI-TB4 Editor : Jawanto Arifin