Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sekap-Aniaya Ibu Kandung, Acungkan Celurit, Thoriq Akhirnya Ditembak

Jawanto Arifin • Rabu, 28 September 2022 | 12:20 WIB
JUNGKIR WALIK: Thoriq yang membawa sajam usai membalikkan becak bermotor. (Foto: M. Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
JUNGKIR WALIK: Thoriq yang membawa sajam usai membalikkan becak bermotor. (Foto: M. Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
REMBANG, Radar Bromo - Suasana Desa Tampung, Kecamatan Rembang, mendadak mencekam, Selasa siang (27/9). Seorang residivis pelaku begal, keliling kampung dengan membawa pisau dan celurit di kedua tangannya.

Pelaku begal yang ngamuk itu adalah Thoriq, 30. Ia tak hanya merusak kaca mobil petugas kepolisian hingga kaca rumah warga. Bahkan, ia hampir membacok warga dan petugas yang berusaha menyergapnya.

Suasana mencekam di Desa Tampung itu bermula saat kecurigaan para tetangga yang tidak melihat Sakinah, 65, lama tak terlihat. Sakinah adalah ibu Thoriq.

Photo
Photo
PERLU DIDALAMI: Thoriq yang tersenyum saat petugas mengejarnya. (Foto: M. Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Photo
Photo
BANYAK PIHAK: Bukan hanya petugas kepolisian. Saat menyergap Thoriq, personel TNI juga ikut turun. (Foto: M. Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Tetangga yang curiga mempertanyakan kepada Thoriq. Namun, Thoriq malah marah-marah. Bahkan, ia mengancam warga.

“Jangan tanya-tanya. Dia (sang ibu, red) sudah tak bunuh,” ungkap Munif, salah satu warga menirukan perkataan Thoriq.



Thoriq menyampaikan hal itu sembari mengacungkan celurit panjang di tangan kanannya. Warga yang ketakutan, tak mampu berbuat banyak. Warga hanya bisa mengadu dari mulut ke mulut. Hingga akhirnya, terdengar pihak pemerintah desa.

Baru kemudian pihak pemerintah desa melaporkan kejadian tersebut, ke kepolisian. “Sudah tiga hari. Ibunya disekap. Tidak diberi makan. Bahkan dipukuli. Wajahnya bengap semua. Saat ditanya, jawabannya itu saja. Tiga hari terakhir,” bebernya.

Pihak kepolisian yang memperoleh informasi, kemudian mendatangi rumah korban dan pelaku, Selasa (27/9). Kedatangan polisi, rupanya ditanggapi dingin oleh pelaku. Bahkan, petugas yang hendak menenangkannya, malah dikejar-kejar sambil membawa celurit di tangan.

https://www.youtube.com/watch?v=jal4OtI-TB4

Pelaku yang keluar dari rumahnya itu pun dimanfaatkan petugas. Beberapa orang masuk ke rumah korban. Dan mengevakuasi korban. Saat dievakuasi itulah diketahui kalau korban sudah mengalami luka lebam di wajah dan beberapa bagian tubuhnya.

“Ibu korban dievakuasi ke RSUD Bangil. Ia mendapati luka-luka bekas penganiayaan,” jelas Munif lagi.



Suasana semakin mencekam ketika pelaku jadi semakin murka. Aksi saling kejar terjadi. Kadang petugas mengejar. Kadang pula, pelaku yang balik mengejar. Bahkan, seorang anggota TNI yang berusaha melakukan pengamanan, hampir saja dibacok oleh pelaku.

Untungnya hal itu tak sampai terjadi setelah ada anggota kepolisian yang mengalihkan perhatiannya. Dalam suasana genting itu, petugas sempat berusaha melepaskan tembakan peringatan. Namun, tembakan tak digubris pelaku. Bahkan, ia semakin beringas.

Petugas yang terdesak, sempat melepaskan tembakan ke bagian kaki pelaku. Bukannya lumpuh, ia malah semakin menjadi-jadi. Ia mengejar-ngejar warga dan petugas yang ada di lokasi kejadian.

Ia sempat pergi ke area persawahan. Bahkan keliling perkampungan. Sambil membawa celurit panjang dan pisau di tangan. Proses penyergapan pelaku tersebut, benar-benar melelahkan. Bahkan, menyita banyak waktu.

Sejak pukul 10.00 hingga 13.00, penyergapan itu tak kunjung membuahkan hasil yang diharapkan. Pelaku terus berjalan seoalah mencari mangsa. Dalam perjalanannya itu dibuntuti dan diawasi petugas kepolisian.

Hingga masuk wilayah Kalisat, Kecamatan Rembang. Saat itu, ada sebuah becak bermotor yang melintas. Duel antara pelaku dengan abang bentor sempat terjadi. Bahkan, beberapa kali, abang bentor yang tak mau bentornya digondol, dibacok oleh pelaku.



Untungnya, hal itu tidak sampai mengenai abang bentor. Melihat kondisi itulah, petugas akhirnya melepaskan tembakan yang mengenai kakinya. Tembakan itu pun akhirnya melumpuhkannya.

Meki sudah dilumpuhkan, upaya petugas juga tidak mudah. Agar Thoriq benar-benar bisa diamankan, petugas yang membawa jaring, langsung bergerak. Begitu tak bisa bergerak, Thoriq kemudian disergap dan segera diamankan ke Mapolres Pasuruan. (one/fun) Editor : Jawanto Arifin
#residivis ngamuk dan sekap ibu #polsek rembang