Karena itu, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan kembali mengusulkan pemeliharaan rumput stadion tahun ini. Usulan tersebut sudah disetujui pada P-APBD 2022. Pemeliharaan rumput itu ditaksir menelan biaya sekitar Rp 197 juta.
“Pemeliharaan yang sifatnya rutin diperlukan seiring dengan intensitas pemakaian lapangan itu sendiri,” kata Kepala Disparpora Kota Pasuruan Basuki.
Ia menyebut, dalam pemeliharaan nantinya akan ada penambahan tanah taman. Karena permukaan lapangan sekarang cenderung tidak rata. Ada sebagian yang bergelombang. Perlu diratakan.
“Maka untuk titik-titik yang kondisinya bergelombang ditambahkan tanah taman,” ungkapnya.
Di samping itu, Basuki juga mengatakan kondisi lapangan yang banyak ditumbuhi rumput liar. Sehingga perlu dipangkas rapi. Rumput-rumput yang sudah rusak, diganti dengan yang baru. Jadi, tidak secara keseluruhan rumput lapangan diganti.
“Jadi hanya tambal sulam saja yang kondisinya memang sudah rusak agar tetap terpelihara,” ungkap Basuki.
Dinasnya sudah memetakan titik-titik yang memerlukan penanganan dalam pemeliharaan nanti. Persentase kerusakan rumput stadion itu sendiri mencapai 25 persen. Ia menargetkan pemeliharaan rumput stadion itu bisa dimulai bulan ini. Masa pengerjaannya diperkirakan selama tiga bulan.
“Sudah kami analisa, jadi yang 25 persen kerusakan itulah yang nanti akan dilakukan pemeliharaan seperti penambahan tanah taman dan penanaman rumput baru,” katanya. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin