Dalam sambutannya Nawawi mengatakan sangat takjub dengan perayaan pembukaan Yadnya Karo. Sebab, nampak sekali kebhinnekaan dalam perayaan itu.
"Kami bersyukur dan bangga. Tosari memang miniatur kebhinnekaan. Terlihat dalam setiap acara selalu tolong menolong. Begitu juga hari ini," katanya.
Menurutnya, Yadnya Karo merupakan salah satu budaya asli Indonesia. Karo juga merupakan cerminan asli penduduk Indonesia yang memiliki karakter rukun dan damai.
Nawawi sendiri hadir dalam perayaan itu dengan beberapa pihak. Ada Pebinmas Hindu, Pebinmas Budha, Pebinmas Kristen, dan seluruh bidang yang menangani urusan agama islam. Hadir juga Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan Syaikhul Hadi, Kepala Dinas Pariwisata Eka Wara Brehaspati dan Kepala Kesbangpol Kabupaten Pasuruan Edy Supriyanto.
"Kementerian agama itu ada yang namanya program moderasi beragama. Sebagai wujud dari program tersebut adalah apresiasi terhadap perayaan keagamaan dan nilai-nilai budaya luhur yang ada di agama. Yaitu pada kesempatan ini ada perayaan Karo," tuturnya.
Ia berharap perayaan Yadnya Karo bisa dipublikasikan di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk menyampaikan kerukunan dalam bermasyarakat.
“Lingkungan Suku Tengger sendiri tidak terkontaminasi dunia luar. Sehingga kerukunan, kedamaian, hidup bersaudara dan tolong menolong masih terpupuk dengan bagus," jelasnya. (sid/hn) Editor : Jawanto Arifin