Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Atasi Banjir di Pusat Kota, Benahi Drainase Alun-alun Kota Pasuruan

Ronald Fernando • Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:44 WIB
BOX CULVERT: Pekerja menyiapkan uditch untuk pembenahan drainase di sekitar alun-alun Kota Pasuruan. (Mokhammad Zubaidillah/ Radar Bromo)
BOX CULVERT: Pekerja menyiapkan uditch untuk pembenahan drainase di sekitar alun-alun Kota Pasuruan. (Mokhammad Zubaidillah/ Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo - Beberapa kali pusat Kota Pasuruan kebanjiran. Agar tak lagi banjir, Pemkot Pasuruan pun membenahi drainase di sekitar alun-alun kota. Anggarannya mencapai Rp 8,5 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko menjelaskan, proyek pengerjaan drainase tersebut sudah berjalan satu bulanan. Meskipun demikian, pengerjaannya masih sekitar 1 persen. Ditargetkan, proyek ini selesai bulan November.

"Untuk pengerjaannya sudah dilakukan. Target lima bulan dan sudah berjalan satu bulan," katanya saat dikonfirmasi.

Memang, saat ini pengerjaan masih satu persen. Sebab, pemasangan Uditch masih belum dilakukan. Yaitu, saluran drainase atau gorong-gorong dari beton dengan bentuk U. Jika Uditch nantinya sudah dipasang, maka persentasi pengerjaannya akan cepat naik.

"Uditch sudah datang. Dan sebentar lagi sudah mulai di pasang," terangnya.

Proyek drainase tersebut dilakukan melingkari alun-alun, kecuali sebelah selatan. Kemudian trotoar di depan Masjid Jami' Al Anwar, trotoar utara alun-alun, timur alun-alun, dan selatan alun-alun.

Lalu, di kanan dan kiri Jalan WR Supratman hingga Kali Gembong. Selanjutnya, air dari gorong-gorong tersebut dibuang ke Kali Gembong untuk menghindari banjir.



Sementara yang sudah dikerjakan adalah seputar lingkar alun-alun. Setelah selesai, nantinya akan beralih ke pengerjaan di bagian kanan dan kiri, lalu bagian depan dan belakang alun-alun. Ia menargetkan proyek tersebut selesai tepat waktu. Sebab, jika tak bisa selesai, maka pemborong bakal dikenakan denda.

"Harus selesai. Kalau tidak selesai didenda," terangnya.

Tujuan perbaikan itu, salah satunya untuk meminimalisasi genangan air. Sebab, beberapa kali terjadi banjir di pusat kota itu.

"Ya, salah satunya mengatasi banjir. Kalau hujan intensitas tinggi minimal ngurangi luapan," tandasnya.

Pemkot sendiri berupaya mempercantik kotanya tahun ini. Sejumlah pembangunan dilakukan. Mulai dari pemasangan payung Madinah, mempercantik alun-alun, hingga penataan pedagang kaki lima (PKL) di seputar alun-alun. (sid/hn) Editor : Ronald Fernando
#banjir kota pasuruan #alun-alun kota pasuruan